Megapolitan
Beranda / Megapolitan / Mahasiswa FAM dan Pemuda Buaran Jati Bagikan 1.000 Takjil, Soroti Dugaan Pelanggaran Lahan Sawah Dilindungi di Tangerang

Mahasiswa FAM dan Pemuda Buaran Jati Bagikan 1.000 Takjil, Soroti Dugaan Pelanggaran Lahan Sawah Dilindungi di Tangerang

FAM dan Pemuda Buaran Jati sedang membagikan takjil gratis ke pengguna jalan. (Foto: Info Massa/Hidayat).

Info Massa – Mahasiswa yang tergabung dalam Forum Aksi Mahasiswa (FAM) bersama pemuda Desa Buaran Jati membagikan sekitar 1.000 paket takjil gratis kepada masyarakat di Jalan Raya Mauk KM 16, Kabupaten Tangerang, Kamis (12/3/2026).

Kegiatan pembagian takjil tersebut dilakukan menjelang waktu berbuka puasa dan menyasar para pengendara sepeda motor serta pejalan kaki yang melintas di kawasan tersebut.

Takjil yang dibagikan berupa berbagai hidangan khas Ramadhan yang disiapkan secara gotong royong oleh mahasiswa FAM bersama pemuda Desa Buaran Jati selama dua hari sebelum kegiatan berlangsung.

Ketua panitia kegiatan, Akbar Ridho, mengatakan aksi sosial tersebut merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap masyarakat sekaligus momentum mempererat silaturahmi di bulan Ramadhan.

“Kegiatan ini kami lakukan sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus untuk mempererat tali silaturahmi antara mahasiswa dan masyarakat. Kami ingin memberikan kontribusi kecil namun bermakna bagi warga yang sedang menjalankan ibadah puasa,” ujar Akbar, Kamis (12/3).

Gerakan Pangan Murah di Kabupaten Tangerang Disorot, Aktivis JRP Ungkap Dugaan Jual Beli Kupon

Selain pembagian takjil gratis, panitia juga menyediakan tempat singgah sementara bagi masyarakat yang ingin menunggu waktu berbuka puasa di sekitar lokasi kegiatan.

Salah seorang warga yang melintas di lokasi kegiatan, Nurman, mengaku terbantu dengan adanya kegiatan tersebut.

“Ini sangat membantu sekali, terutama bagi kami yang sedang di jalan dan tidak sempat menyiapkan takjil sendiri,” katanya.

Di sela kegiatan pembagian takjil tersebut, mahasiswa dan pemuda Desa Buaran Jati juga membagikan selebaran kepada masyarakat terkait dugaan pelanggaran kawasan Lahan Sawah Dilindungi (LSD) di wilayah desa tersebut.

Dalam selebaran itu disebutkan bahwa pembangunan Perumahan Griya Artha diduga menabrak kawasan Lahan Sawah Dilindungi yang berpotensi berdampak pada kehidupan para petani.

Jelang Mudik Lebaran, Penumpang Terminal Poris Plawad Tangerang Mulai Meningkat

Aktivis muda Desa Buaran Jati, Shandi Martha Praja, mengatakan penyampaian informasi tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga keberadaan lahan pertanian.

“Kami ingin masyarakat mengetahui adanya dugaan pelanggaran terhadap lahan sawah yang seharusnya dilindungi. Jika lahan pertanian terus berkurang, para petani tentu akan semakin terhimpit,” kata Shandi.

Mahasiswa dan pemuda Desa Buaran Jati berharap kegiatan berbagi di bulan Ramadhan tersebut dapat meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap perlindungan lahan pertanian serta keberlangsungan hidup para petani di wilayah tersebut.[Hidayat]

× Advertisement
× Advertisement