Internasional
Beranda / Internasional / Konflik AS–Venezuela Memanas, Ini Emiten yang Paling Terdampak

Konflik AS–Venezuela Memanas, Ini Emiten yang Paling Terdampak

Geopolitik AS dan Venezuela terus memanas. (Foto: Info Massa).

Info Massa – Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Venezuela kembali meningkat dan berpotensi memengaruhi pergerakan harga minyak dunia.

Venezuela yang tercatat sebagai negara dengan cadangan minyak terbesar di dunia menjadi faktor krusial dalam stabilitas pasokan energi global. Setiap gangguan terhadap produksi atau ekspor Venezuela dapat memicu kenaikan harga minyak mentah internasional.

Analis menilai, konflik ini berpotensi mengurangi pasokan minyak global sehingga mendorong harga minyak naik dalam jangka pendek hingga menengah. Namun dampak kenaikan harga minyak tersebut tidak dirasakan merata oleh seluruh emiten di sektor energi. Hal itu bergantung pada posisi bisnis masing-masing perusahaan dalam rantai industri migas.

Industri minyak dan gas bumi terbagi ke dalam tiga segmen utama, yakni hulu (upstream), tengah (midstream), dan hilir (downstream).

Segmen hulu mencakup kegiatan eksplorasi dan produksi minyak dan gas. Emiten di segmen ini justru diuntungkan ketika harga minyak naik karena pendapatan dan margin mereka meningkat seiring kenaikan harga jual komoditas.

DPR ke BGN: Keberhasilan MBG Bukan Penerima Manfaat

Di Bursa Efek Indonesia, emiten yang masuk kategori ini antara lain PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) dan PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG).

Segmen midstream meliputi transportasi, penyimpanan, dan distribusi awal minyak dan gas. Emiten di sektor ini relatif lebih stabil karena bisnisnya berbasis biaya jasa (fee-based) dan tidak terlalu sensitif terhadap fluktuasi harga minyak.

Sementara itu, segmen hilir (downstream) mencakup kilang, distribusi BBM, petrokimia, hingga SPBU. Bagi emiten di sektor ini, kenaikan harga minyak justru berpotensi menekan margin karena minyak merupakan bahan baku utama.

Jika kenaikan biaya tidak bisa langsung diteruskan ke konsumen, laba perusahaan berisiko tergerus. Emiten yang terdampak antara lain PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) dan PT Trans-Pacific Petrochemical Indotama Tbk (TPPI).

Siapa Paling Diuntungkan dan Dirugikan?

Raker Bank Jakarta, Pram: Persiapkan Diri Menuju IPO

Dengan potensi kenaikan harga minyak akibat konflik AS–Venezuela, analis melihat emiten upstream sebagai pihak yang paling diuntungkan.

Sebaliknya, emiten downstream serta sektor-sektor yang sangat bergantung pada BBM seperti transportasi, logistik, dan maskapai penerbangan berpotensi mengalami tekanan kinerja.

“Ketegangan geopolitik biasanya mendorong rotasi sektor di pasar saham, dari sektor konsumtif dan industri ke sektor komoditas, khususnya energi,” ujar analis pasar modal, Ellen May, Senin (5/1/2026).

Konflik AS–Venezuela bukan sekadar isu politik internasional, melainkan juga berpotensi menjadi katalis penting bagi pergerakan saham sektor energi.

Investor disarankan untuk mencermati struktur bisnis emiten migas sebelum mengambil keputusan, karena dampak kenaikan harga minyak bisa menjadi peluang bagi sebagian pihak, namun risiko bagi pihak lainnya.[]

PKS Berikan Panggung Untuk Pemuda Lewat Indonesia Muda Bicara

Komentar

Tinggalkan Balasan

× Advertisement
× Advertisement