Info Massa – Pengurus Daerah Pelajar Islam Indonesia (PD PII) Kota Bogor mengambil langkah strategis dengan menggandeng Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dan Inkubator Tazkia guna mendorong lahirnya generasi pelajar yang mandiri secara ekonomi dan tangguh secara karakter.
Audiensi yang berlangsung di Ruang Rapat Sekretaris Daerah Kota Bogor ini menjadi sinyal kuat terbentuknya kolaborasi lintas sektor antara organisasi pelajar, pemerintah daerah, dan lembaga inkubasi bisnis dalam menyiapkan pelajar sebagai pelaku ekonomi masa depan.
Ketua Umum PD PII Bogor, Dzikrullah, menegaskan bahwa PII tidak ingin sekadar menjadi organisasi kaderisasi, tetapi juga motor transformasi generasi muda.
“Pelajar hari ini tidak cukup hanya unggul secara akademik. Mereka harus memiliki kesadaran intelektual, ketangguhan moral, dan kesiapan ekonomi. PII hadir untuk memastikan itu, melalui sinergi nyata dengan pemerintah dan mitra strategis,” tegasnya, Selasa (27/1) di Bogor.
Sekretaris Umum PD PII Bogor, Rafa Rabbani, menambahkan bahwa pertemuan ini diarahkan pada program konkret dan terukur, bukan sekadar seremoni kelembagaan.
“Kami ingin kolaborasi ini berujung pada model pembinaan kewirausahaan pelajar yang sistematis, berkelanjutan, dan berdampak langsung bagi generasi muda Kota Bogor,” ujarnya.
Sementara Sekretaris Daerah Kota Bogor, H. Denny Mulyadi, menyatakan dukungan resmi pemerintah terhadap inisiatif tersebut dan membuka ruang sinergi lebih lanjut dengan dinas-dinas terkait.
“Pemerintah Kota mendukung PD PII menjadi pioneer bersama Inkubator Tazkia dalam membangun kemandirian ekonomi pelajar. Kami akan menindaklanjuti dengan pertemuan teknis untuk merumuskan agenda program yang konkret,” kata Denny.
Dari sisi pengembangan kewirausahaan, General Manager Inkubator Tazkia, Dzaki Fauzaan, menekankan bahwa pembentukan mindset entrepreneur harus dimulai sejak usia pelajar.
“Mindset entrepreneur adalah fondasi daya saing generasi muda. Dengan pendampingan yang tepat dan akses jejaring yang kuat, pelajar mampu menjadi pencipta peluang, bukan sekadar pencari kerja,” jelasnya.
Kolaborasi ini diproyeksikan melahirkan ekosistem pembinaan pelajar yang terintegrasi dimana memadukan pendidikan karakter, literasi ekonomi, serta pendampingan bisnis berbasis nilai. Sinergi antara PD PII Bogor, Pemkot Bogor, dan Inkubator Tazkia diharapkan menjadi model kolaborasi strategis yang memperkuat posisi pelajar sebagai aktor pembangunan, bukan sekadar objek kebijakan.[]
