Info Massa – Upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus membuka peluang ekonomi masyarakat terus digencarkan. Kali ini, Dinas Perikanan Kabupaten Tangerang turun langsung ke Desa Buaran Jati untuk menyalurkan bantuan sarana dan prasarana budidaya ikan air tawar.
Program ini bukan sekadar bantuan biasa. Pemerintah daerah menghadirkan paket lengkap yang siap langsung dimanfaatkan oleh masyarakat. Sebanyak 4.000 ekor benih ikan nila unggul, 900 kilogram pakan berkualitas, hingga fasilitas pendukung seperti kolam terpal, pompa air, dan selang disalurkan kepada kelompok pembudidaya.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Tangerang, Rudi Hartono menegaskan bahwa bantuan ini merupakan bentuk keseriusan pemerintah dalam mendorong sektor perikanan menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat.
“Kami ingin para pembudidaya bisa langsung bergerak dan merasakan manfaatnya. Bantuan ini tidak hanya meningkatkan hasil panen, tetapi juga membuka peluang usaha yang berkelanjutan. Kami juga akan terus melakukan pendampingan agar hasilnya maksimal,” ujarnya, Rabu (1/4/26).
Antusiasme penerima bantuan pun terasa kuat. Kelompok Bintang Revolusi Desa Buaran Jati menjadi salah satu kelompok yang merasakan langsung manfaat program ini. Ketua kelompok, Shandi, mengaku terharu atas perhatian pemerintah yang dinilainya begitu serius dan menyeluruh.
“Ini luar biasa. Kami benar-benar difasilitasi dari awal sampai siap jalan. Kolam sudah dipasang, benih dan pakan sudah tersedia. Kami tinggal fokus membesarkan ikan. Program seperti ini sangat membantu, apalagi bisa membuka peluang bagi anak-anak muda di desa,” ungkap Shandi.
Menurut Shandi, program ini bukan hanya soal bantuan, tetapi juga menjadi motivasi baru bagi generasi muda untuk terjun ke sektor perikanan yang produktif.
Dinas Perikanan menargetkan, melalui program ini produksi ikan air tawar di wilayah tersebut akan terus meningkat setiap tahunnya. Tak hanya berhenti pada penyaluran bantuan, pemerintah juga berkomitmen memberikan pendampingan rutin, pelatihan budidaya modern, hingga membantu akses pemasaran hasil panen.
Dengan langkah ini, sektor perikanan diharapkan tidak hanya menjadi sumber pangan, tetapi juga motor penggerak ekonomi desa yang berkelanjutan.[]

