Lebak, Info Massa – Kerusakan jalan nasional di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, kembali menuai sorotan dari kalangan mahasiswa. Pasalnya, sejumlah ruas jalan yang telah diperbaiki justru kembali mengalami kerusakan dalam waktu singkat, bahkan di titik yang sama.
Salah satu ruas yang paling sering dikeluhkan berada di Jalan Raya Cipanas KM 7, tepatnya di depan Lembaga Pendidikan Perkebunan (LPP). Kondisi tersebut memicu kekecewaan dari Keluarga Mahasiswa Lebak (KUMALA), khususnya perwakilan Rangkasbitung.
Bendahara KUMALA Perwakilan Rangkasbitung, Afrizal, menyampaikan bahwa perbaikan jalan yang dilakukan selama ini terkesan tidak berkualitas dan tidak bertahan lama.
“Setiap kali diperbaiki, tidak lama kemudian rusak lagi. Kami sebagai keluarga mahasiswa Lebak merasa bosan melihat kondisi jalan di Cipanas KM 7 yang terus-menerus rusak,” ujar Afrizal, Minggu (5/4).
Lanjut Afrizal menilai, kerusakan yang terus berulang di titik yang sama menunjukkan adanya persoalan serius dalam kualitas pekerjaan maupun pengawasan proyek.
“Ini bukan lagi soal perawatan, tapi patut dipertanyakan kualitas pekerjaan dan pengawasannya. Kami sebagai mahasiswa Lebak merasa muak melihat kondisi ini terus terjadi,” tegasnya.
Menurutnya, kondisi jalan tersebut tidak hanya menghambat mobilitas masyarakat, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan yang melintas setiap hari.
Atas dasar itu, mahasiswa mendesak pemerintah pusat melalui instansi terkait untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proyek perbaikan jalan nasional di wilayah Lebak.
KUMALA Perwakilan Rangkasbitung juga menegaskan komitmennya untuk terus mengawal persoalan ini hingga ada perbaikan yang benar-benar berkualitas dan berkelanjutan.
“Jangan sampai anggaran negara terus terkuras untuk perbaikan yang sia-sia. Masyarakat butuh jalan yang layak, bukan janji yang berulang,” tutup Afrizal.

