Advertisement
Megapolitan
Beranda / Megapolitan / PKL Menjamur di Pasar Anyar Tangerang, Penertiban Diduga Hanya Formalitas

PKL Menjamur di Pasar Anyar Tangerang, Penertiban Diduga Hanya Formalitas

Pasar Anyar Kota Tangerang. (Foto: Info Massa/San).

Info Massa – Aktivitas Pedagang Kaki Lima (PKL) di sekitar Pasar Anyar Kota Tangerang kian tak terkendali. Bahu jalan hingga akses utama pasar dikuasai pedagang, sementara penertiban dari aparat terkesan hanya sebatas formalitas.

Ironisnya, lokasi para PKL tersebut berada di radius yang sangat dekat dengan kantor Kecamatan Tangerang, Satpol PP Kota Tangerang, bahkan kantor PD Pasar Kota Tangerang yang berada di kawasan yang sama. Namun hingga kini, aktivitas jual beli di badan jalan tetap berlangsung tanpa hambatan, baik siang maupun malam.

Situasi ini memunculkan dugaan kuat adanya pembiaran sistematis oleh pihak-pihak terkait.

Ayub, pemerhati pasar, menilai langkah penertiban yang dilakukan selama ini tidak menyentuh akar persoalan dan cenderung bersifat seremonial.

“Penertiban itu seperti hanya formalitas. Datang, pedagang tutup, petugas pergi, lalu buka lagi. Tidak ada efek jera sama sekali,” ujar Ayub, Jumat (3/4/2026).

SEMMI PW Jakarta Raya Ziarah Hingga Serukan Kedaulatan Ekonomi Dalam Refleksi 70 Tahun

Menurutnya, kondisi ini bukan semata karena pedagang membangkang, melainkan akibat lemahnya ketegasan pemerintah.

“Faktanya pedagang di luar itu mau diarahkan masuk ke dalam pasar. Mereka tidak menolak kebijakan. Tapi karena tidak ada ketegasan, akhirnya dibiarkan terus,” tegasnya.

Lebih jauh, ia menyoroti peran PD Pasar Kota Tangerang yang dinilai tidak menjalankan fungsi pengelolaan secara maksimal.

“Ini yang jadi pertanyaan besar. Kantor PD Pasar ada di Pasar Anyar, tapi kondisi seperti ini dibiarkan. Sangat patut diduga ada pembiaran atau setidaknya pengawasan yang lemah,” ungkapnya.

Dampak dari kondisi ini mulai terasa signifikan. Pedagang resmi di dalam pasar kehilangan pembeli, hingga akhirnya ikut keluar dan berjualan di badan jalan demi bertahan hidup.

Dongkrak Ketahanan Pangan, Dinas Perikanan Tangerang Bantu Pembudidaya di Buaran Jati

Fenomena ini menciptakan efek domino yang memperparah kekacauan tata ruang pasar.

“Kalau ini terus dibiarkan, pasar di dalam akan mati perlahan. Semua pindah ke luar karena di situlah pembeli ada,” tambahnya.

Ayub juga mengungkap pola berulang dalam setiap operasi penertiban yang dinilai tidak serius.

“Sudah seperti siklus. Ditertibkan sebentar, lalu dibiarkan lagi. Tidak ada pengawasan lanjutan. Ini bukan penertiban, ini hanya rutinitas tanpa hasil,” kritiknya.

Ia mengaku pernah mengusulkan pembentukan posko pengawasan permanen di kawasan pasar sebagai solusi konkret. Namun hingga kini, usulan tersebut tidak pernah direalisasikan.

Ilusi Kota Layak Anak: Ketika Predikat Mendahului Realitas

Dengan kondisi yang terus berulang tanpa solusi nyata, publik mulai mempertanyakan keseriusan pemerintah Kota Tangerang dalam menata kawasan Pasar Anyar.[]

× Advertisement
× Advertisement