Megapolitan
Beranda / Megapolitan / UKO Unpam “Lawan” Seleksi Kadispora Tangsel: Tolak Estafet Kekuasaan, Tuntut Reformasi Total Olahraga

UKO Unpam “Lawan” Seleksi Kadispora Tangsel: Tolak Estafet Kekuasaan, Tuntut Reformasi Total Olahraga

Unit Kegiatan Olahraga (UKM) Universitas Pamulang Tangerang. (Foto: Info Massa).

Info Massa – Unit Kegiatan Olahraga (UKO) Universitas Pamulang secara resmi menyatakan sikap keras terhadap proses seleksi Jabatan Tinggi Pratama (JPT) Eselon IIb untuk posisi Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kota Tangerang Selatan.

Melalui keterangan yang disampaikan pada Rabu (25/03), UKO Unpam menilai seleksi tersebut berpotensi menjadi ajang “estafet kekuasaan” dari lingkaran lama yang dinilai gagal membangun ekosistem olahraga di Tangerang Selatan.

Ketua Umum UKM UKO Unpam, Alya Nabilah, menegaskan bahwa mahasiswa dan atlet di wilayah Pamulang telah mencapai titik jenuh terhadap minimnya keberpihakan dari dinas terkait.

“Kami tidak hanya menolak sosok, kami menolak sistem yang berafiliasi dengan rezim lama. Siapa pun yang kinerjanya masih setali tiga uang, visinya administratif, dan mentalitasnya membiarkan sarana prasarana olahraga rusak, maka mereka adalah musuh kemajuan olahraga Tangsel,” tegas Alya dalam keterangannya yang diterima Info Massa, Rabu (25/3).

UKO Unpam mengungkapkan bahwa persoalan utama yang dirasakan atlet selama ini bukan hanya soal fasilitas fisik, tetapi juga lemahnya dukungan pembinaan secara menyeluruh.

Warga Buaran Jati Bersatu: Tolak Dampak Pembangunan Perumahan, Desak Evaluasi Izin

Mulai dari sarana dan prasarana yang tidak terawat, minimnya dukungan psikologis untuk membangun mental juara, hingga kurangnya perhatian terhadap pengembangan prestasi atlet lokal menjadi catatan serius.

“Pengabaian ini sudah berlangsung lama. Atlet dibiarkan berjuang sendiri tanpa sistem yang mendukung,” lanjut Alya.

Mengacu pada laporan media Parlemen Banten (24/03) sebelumnya, terdapat lima kandidat kuat dalam seleksi Kadispora Tangsel, yakni Mukroni, Virgo Agustinus Sembiring, Ali Akbar, Budi Mulia, dan Ucok AH Siagian.

Namun, UKO Unpam mengingatkan Panitia Seleksi (Pansel) agar tidak terjebak pada profil administratif semata.

“Latar belakang mereka memang beragam, dari camat hingga kepala bidang. Tapi jika mereka masih membawa visi rezim lama yang gagal, maka seleksi ini hanya akan menjadi sandiwara birokrasi,” tegasnya.

Klaim BPJSTK JKM di Tigaraksa Dikeluhkan, Ahli Waris Tunggu Pencairan Berbulan-bulan

UKO Unpam menegaskan bahwa kebutuhan utama saat ini bukan sekadar pergantian pejabat, melainkan perubahan sistemik dalam tata kelola olahraga di Tangerang Selatan.

Mereka mendesak agar figur yang terpilih nantinya memiliki keberanian untuk melakukan audit total terhadap kondisi sarana, anggaran, serta pola pembinaan olahraga.

“Kami butuh pemimpin yang berani membongkar masalah dari akar, bukan yang hanya menjaga laporan anggaran tetap rapi di atas kertas sementara lapangan olahraga hancur,” tutup Alya.

Sikap tegas UKO Unpam ini menjadi sinyal kuat bahwa kalangan mahasiswa dan atlet mulai mengambil posisi kritis dalam mengawal arah kebijakan olahraga daerah, khususnya di Kota Tangerang Selatan.[]

Megawati Terima Kunjungan Ramos-Horta: Bahas Isu Strategis hingga Undangan Penghargaan Tertinggi Timor Leste
× Advertisement
× Advertisement