Megapolitan
Beranda / Megapolitan / Massa Tentang Kiriman Sampah Dari Tangsel ke TPA Jatiwaringin

Massa Tentang Kiriman Sampah Dari Tangsel ke TPA Jatiwaringin

Info Massa – Permintaan dari Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie terkait pembuangan sementara sampah dari wilayahnya ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang ditentang keras oleh Koordinator Aktivis dan Warga Terdampak TPA Jatiwaringin, Aditya Nugeraha.

Menurut Aditya Nugeraha, permintaan tersebut dinilai tidak etis ditengah kondisi TPA Jatiwaringin yang sudah hampir overload atau kelebihan muatan.

“Sampah dari wilayah kabupaten tangerang saja belum terangkut semua, bahkan belum dikelola dengan baik di TPA, jika ditambah akan memperparah kondisi pencemaran lingkungan, bahkan warga sekitar,” kata Aditya Nugeraha kepada wartawan pada Rabu, 17 Desember 2025.

Lebih lanjut, dirinya juga menyoroti kepedulian Pemerintah Kabupaten Tangerang yang sejak 32 tahun TPA Jatiwaringin berdiri, tidak pernah memberikan perhatian serius kepada masyarakat setempat.

“Jangan karena kepentingan daerah lain, nasib warganya (kabupaten tangerang) diabaikan,” kata Aditya Nugeraha.

241 Warga Binaan High Risk Jakarta-Jateng Dipindah ke Nusakambangan

Pihaknya memastikan, bahwa jika Bupati Tangerang menyetujui pembuangan sampah tersebut (kota tangerang selatan) ke TPA Jatiwaringin, pihaknya akan melakukan unjuk rasa besar-besaran untuk menolak keputusan tersebut.

Diketahui, sebelumnya kelompok Aktivis dan Warga terdampak TPA Jatiwaringin telah memberikan pernyataan terkait Proyek Pengolah Sampah Energi Listrik (PSEL) yang merupakan program pemerintah pusat di TPA Jatiwaringin Kabupaten Tangerang.

Selain itu, warga dan aktivis yang tergabung, juga melakukan penolakan atas sampah daerah aglomerasi Tangerang Raya untuk dibuang dan diolah ke wilayah TPA Jatiwaringin.

arga Terdampak TPA Jatiwaringin Menolak Tegas Impor Sampah Dari Tangerang Selatan

Permintaan dari Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie terkait pembuangan sementara sampah dari wilayahnya ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang ditentang keras oleh Koordinator Aktivis dan Warga Terdampak TPA Jatiwaringin, Aditya Nugeraha.

Bom Bunuh Diri di Masjid Islamabad Tewaskan 31 Jiwa

Menurut Aditya Nugeraha, permintaan tersebut dinilai tidak etis ditengah kondisi TPA Jatiwaringin yang sudah hampir overload atau kelebihan muatan.

“Sampah dari wilayah kabupaten tangerang saja belum terangkut semua, bahkan belum dikelola dengan baik di TPA, jika ditambah akan memperparah kondisi pencemaran lingkungan, bahkan warga sekitar,” kata Aditya Nugeraha kepada wartawan pada Rabu, 17 Desember 2025.

Lebih lanjut, dirinya juga menyoroti kepedulian Pemerintah Kabupaten Tangerang yang sejak 32 tahun TPA Jatiwaringin berdiri, tidak pernah memberikan perhatian serius kepada masyarakat setempat.

“Jangan karena kepentingan daerah lain, nasib warganya (kabupaten tangerang) diabaikan,” kata Aditya Nugeraha.

Pihaknya memastikan, bahwa jika Bupati Tangerang menyetujui pembuangan sampah tersebut (kota tangerang selatan) ke TPA Jatiwaringin, pihaknya akan melakukan unjuk rasa besar-besaran untuk menolak keputusan tersebut.

Papua Bukan Tanah Kosong! GKI dan Masyarakat Adat Byak Kepung DPRK Biak, Tolak PSN, Sawit dan Militerisasi

Diketahui, sebelumnya kelompok Aktivis dan Warga terdampak TPA Jatiwaringin telah memberikan pernyataan terkait Proyek Pengolah Sampah Energi Listrik (PSEL) yang merupakan program pemerintah pusat di TPA Jatiwaringin Kabupaten Tangerang.

Selain itu, warga dan aktivis yang tergabung, juga melakukan penolakan atas sampah daerah aglomerasi Tangerang Raya untuk dibuang dan diolah ke wilayah TPA Jatiwaringin. []

× Advertisement
× Advertisement