Info Massa – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) menerangkan rencana Presiden Prabowo untuk merampingkan jumlah BUMN pada tahun 2026.
Diketahui, Jumlah BUMN saat ini mencapai 1000 lebih perusahaan. Presiden Prabowo berniat mereformasi angka tersebut minimalnya di 200 perusahaan saja.
Menurut Danantara, rencana Prabowo merampingkan jumlah BUMN itu telah didukung oleh capaian positif masing-masing perusahaan di berbagai sektor kunci.
Di sektor perbankan misalnya, tiga Bank Himbara seperti PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Nasional Indonesia Tbk (BBNI) sudah melewati fase pemulihan pendapatan dengan pertumbuhan pinjaman yang baik.
Kemudian PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) juga berada dalam posisi yang tepat bila memberikan nilai untuk pemegang saham karena kepemilikkan aset yang tinggi.
Selanjutnya di sektor retail, PT PLN, PT Pertamina, dan PT Garuda Indonesia kian membaik seiring aktivitas sehari-hari.
PT Garuda Indonesia juga masuk dalam kategori BUMN yang meraih kredibilitas pasar bersama dengan PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) dan PT Timah Tbk (TINS).
Danantara mengungkapkan total aset BUMN secara bersama sudah mencapai lebih dari separuh Produk Domestik Bruto (PDB) nominal Indonesia. Dengan demikian, operasional berjalan memberi implikasi luas terhadap prospek pertumbuhan Indonesia.
“Bagi pasar publik, jumlah entitas yang lebih sedikit dapat berarti lebih sedikit konflik mandat dan keputusan bisnis yang lebih konsisten, yang pada akhirnya akan menghasilkan pengembalian yang lebih besar bagi pemegang saham dalam bentuk dividen,” kata Danantara melalui keterangannya.
Danantara juga memberi target kepada BUMN agar berkembang menjadi entitas yang lebih kuat. Sehingga bisa menghadapi siklus ekonomi makro seperti fluktuasi harga komoditas dan volatilitas jika meningkat di pasar keuangan global yang dapat mengganggu keputusan pembiayaan.
“Pasar telah merespon secara positif terhadap pemulihan beberapa BUMN, sebagaimana dibuktikan oleh kenaikan tajam harga saham. Investor menghargai kemajuan restrukturisasi yang nyata, menandakan kepercayaan pada agenda reformasi,” dikutip dari Danantara economic outlook 2026. []
