Megapolitan
Beranda / Megapolitan / Dilantik di Gedung DPRD, DPP HIMAKOTAS Tegaskan Mahasiswa Bukan Penonton Pembangunan Tangsel

Dilantik di Gedung DPRD, DPP HIMAKOTAS Tegaskan Mahasiswa Bukan Penonton Pembangunan Tangsel

Info Massa – Pelantikan Dewan Pimpinan Pusat Himpunan Mahasiswa Kota Tangerang Selatan (HIMAKOTAS) Periode 2025–2028 di Aula DPRD Kota Tangerang Selatan, Sabtu (31/1/2026), menjadi lebih dari sekadar agenda formal. Di ruang legislatif itu, mahasiswa menegaskan posisi: bukan penonton, melainkan aktor dalam pembangunan Kota Tangerang Selatan.

Di hadapan pimpinan DPRD, unsur pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan organisasi kepemudaan, kepengurusan baru HIMAKOTAS resmi mengemban mandat tiga tahun ke depan. Namun yang mengemuka bukan hanya seremoni pelantikan, melainkan pesan kuat tentang arah gerakan mahasiswa lokal.

Ketua Pelaksana, Muhammad Ridho Akmal, menyebut momentum ini sebagai titik konsolidasi kekuatan mahasiswa. Ia menegaskan, kepengurusan baru harus mampu keluar dari zona nyaman organisasi dan membangun gerakan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

“Mahasiswa tidak boleh terjebak dalam rutinitas seremoni. Kita harus hadir dengan gagasan, aksi, dan keberpihakan yang jelas terhadap kepentingan publik,” tegasnya.

Ketua Umum DPP HIMAKOTAS 2025–2028, Rizki Hatta Rajasa Bijaksana, bahkan lebih lugas. Ia menyatakan bahwa pelantikan ini adalah awal tanggung jawab besar, bukan selebrasi jabatan. Menurutnya, HIMAKOTAS harus menjadi organisasi yang adaptif, responsif, dan berani mengambil posisi terhadap isu-isu strategis daerah.

Jakarta dan Banten Sepakati Studi MRT Fase 2

“Kalau mahasiswa kehilangan daya kritisnya, maka kita hanya menjadi pelengkap demokrasi. HIMAKOTAS harus berdiri sebagai kekuatan intelektual yang independen, solutif, dan berani menyuarakan kebenaran,” ujarnya.

Ketua DPRD Abdul Rasyid mengingatkan bahwa mahasiswa adalah kekuatan moral yang menentukan arah masa depan daerah. Ia menekankan pentingnya integritas dan konsistensi dalam mengawal kebijakan publik.

“Mahasiswa adalah penjaga nurani publik. Kritik harus disampaikan dengan argumentasi, solusi, dan tanggung jawab,” katanya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Pilar Saga Ichsan menyampaikan bahwa pemerintah membuka ruang kolaborasi dengan mahasiswa. Namun ia juga menggarisbawahi pentingnya peran mahasiswa sebagai kontrol sosial yang konstruktif.

“Kolaborasi penting, tapi daya kritis mahasiswa jangan sampai hilang. Pemerintah membutuhkan masukan yang tajam dan inovatif,” ujarnya.

PM Inggris Starmer Menilai Keji Serangan Rusia ke Lokasi Energi Ukraina

Pelantikan ini menjadi ujian awal bagi DPP HIMAKOTAS: apakah mampu menjaga idealisme di tengah dinamika politik daerah, atau justru terjebak dalam simbolisme organisasi semata. Tantangan ke depan bukan hanya menjalankan program kerja, tetapi memastikan keberpihakan pada masyarakat benar-benar terasa.

Dengan mengusung semangat Bangkit, Bergerak, Maju, HIMAKOTAS kini berada di persimpangan: menjadi organisasi mahasiswa yang sekadar ada, atau menjadi kekuatan yang benar-benar berdampak bagi Kota Tangerang Selatan.[]

× Advertisement
× Advertisement