Info Massa – Sebanyak ratusan pelajar dari berbagai sekolah di Kota Tangerang Selatan mengikuti Aksi Damai Pelajar Vol. 4 Tahun 2026 yang digelar di Alun-Alun Pamulang, Jumat (13/2/2026). Kegiatan ini menjadi ruang konsolidasi pelajar untuk memperkuat persatuan sekaligus menekan kekerasan di kalangan remaja.
Aksi damai yang diinisiasi oleh komunitas Tangsel Bersatu tersebut mengusung tema “Menuju Indonesia Emas, Pelajar Cerdas, Suara Damai untuk Masa Depan Bangsa.” Sejak pertama kali digelar pada 2021, kegiatan ini konsisten menjadi simbol persatuan pelajar di Kota Tangerang Selatan.
Ketua Tangsel Bersatu, Pito, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan upaya nyata mempertemukan pelajar lintas sekolah yang sebelumnya tidak saling mengenal, bahkan berpotensi berkonflik.
“Yang tadinya enggak kenal jadi saling kenal, yang tadinya bermusuhan bisa saling berdamai. Harapannya kegiatan ini mempersatukan teman-teman pelajar,” ujar Pito dikutip tintaotentik, Jum’at (13/2).
Pito menjelaskan, aksi damai ini lahir dari keprihatinan terhadap maraknya tawuran, pelecehan, perundungan (bullying), hingga penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar.
“Menghimbau saja tidak cukup. Kita butuh aksi nyata dan solusi konkret. Kegiatan ini salah satu bentuk upaya itu,” tegasnya.
Berdasarkan data panitia, kegiatan ini diikuti lebih dari 227 pelajar dari sekitar 60 sekolah di Tangerang Selatan. Setiap sekolah mengirim dua perwakilan siswa melalui koordinasi dengan Dinas Pendidikan Kota Tangerang Selatan.
Selain deklarasi damai, kegiatan ini diisi dengan berbagai agenda edukatif, di antaranya:
– Kampanye stop tawuran, pelecehan, dan bullying.
– Penyuluhan bahaya narkoba.
– Edukasi sosial kemasyarakatan.
– Pembinaan langsung dari pihak kepolisian.
Pito berharap kegiatan ini dapat menjadi model pencegahan konflik pelajar yang dapat direplikasi di daerah lain.
“Kami berharap ini bukan hanya agenda tahunan, tetapi bekal positif bagi pelajar Tangsel dan contoh bagi kota-kota lain,” pungkasnya.
Kegiatan ini dikemas dalam konsep edukasi berbasis kemasyarakatan dengan dukungan berbagai pihak, antara lain:
Pemerintah Kota Tangerang Selatan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tangerang Selatan, Dispora Tangerang Selatan, Diskominfo Tangerang Selatan, Satpol PP Tangerang Selatan, DPRD Tangerang Selatan, Polres Tangerang Selatan dan Koramil Pamulang.
Kolaborasi lintas sektor ini menunjukkan bahwa upaya menciptakan lingkungan pelajar yang aman dan damai memerlukan keterlibatan bersama antara pemerintah, aparat, dan masyarakat.[]
