Megapolitan
Beranda / Megapolitan / GP Ansor Sukadiri Perkuat Nilai Aswaja Lewat Ngadus, Bentengi Pemuda dari Paham Ekstremisme

GP Ansor Sukadiri Perkuat Nilai Aswaja Lewat Ngadus, Bentengi Pemuda dari Paham Ekstremisme

GP Ansor Kecamatan Sukadiri menggelar Ngadus (Ngopi Sambil Diskusi) dengan pendalaman nilai Aswaja dan ajaran NU. (Foto: Info Massa/Hidayat)

TANGERANG, Info Massa – Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Sukadiri kembali menggelar agenda rutin bulanan bertajuk Ngadus (Ngopi Sambil Diskusi), Minggu malam (19/7/2026). Edisi kali ini mengangkat tema khusus pendalaman nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) dan ajaran Nahdlatul Ulama (NU) sebagai upaya memperkuat pemahaman keagamaan sekaligus identitas kader muda di tengah derasnya arus informasi dan tantangan zaman.

Kegiatan berlangsung di kediaman salah satu pengurus ranting GP Ansor Desa Gintung, RT 017/RW 003, Kecamatan Sukadiri, Kabupaten Tangerang. Puluhan pengurus dan anggota dari berbagai desa turut hadir dalam kegiatan yang dikemas dengan suasana santai namun tetap khidmat.

Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua MWC NU Kecamatan Sukadiri, Kyai Tendi Hidayat, Ketua MUI Kecamatan Sukadiri, Kyai Mahrus, serta perwakilan PIC Kabupaten Tangerang, Ustaz Joko. Sejumlah tokoh agama setempat juga turut menghadiri kegiatan tersebut.

Ditemani secangkir kopi hangat dan camilan sederhana, para peserta berdiskusi mengenai pentingnya memahami dan mengamalkan nilai-nilai Aswaja dalam kehidupan sehari-hari.

Ketua GP Ansor Kecamatan Sukadiri, Ahmad Deliar Nudita, mengatakan pemilihan tema tersebut merupakan langkah penting agar kader Ansor tidak hanya aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan, tetapi juga memiliki landasan ideologis dan keagamaan yang kuat.

KSP&Menimipas Tekankan Masa Depan Cerah di LPKA Tangerang

“Keaswajaan dan ajaran NU adalah fondasi utama kita bergerak. Lewat Ngadus kali ini, kami ingin pemahaman tersebut tidak hanya menjadi teori, tetapi melekat dalam hati dan terlihat dalam sikap sehari-hari sebagai pemuda muslim yang moderat, santun, dan bermanfaat,” ujar Ahmad saat membuka acara.

Dalam sesi pemaparan, Ketua MUI Kecamatan Sukadiri, Kyai Mahrus, menyampaikan bahwa nilai-nilai Aswaja menekankan pentingnya sikap rendah hati, adil, seimbang, serta senantiasa menjaga kehormatan diri dan sesama.

Menurutnya, pemahaman terhadap ajaran dan tradisi NU juga penting ditanamkan kepada generasi muda agar mereka mampu mencintai dan menjaga tradisi Islam Nusantara, memperkuat ukhuwah atau persaudaraan, serta menolak berbagai bentuk ekstremisme di tengah keberagaman masyarakat.

Diskusi berlangsung interaktif. Para sahabat Ansor yang hadir antusias bertukar pandangan mengenai berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini, mulai dari derasnya arus informasi yang kerap membingungkan hingga perbedaan pandangan yang berkembang di media sosial.

Melalui forum Ngadus, para kader berupaya mencari cara agar nilai-nilai Aswaja dapat disampaikan kepada generasi muda dengan bahasa yang sederhana dan mudah diterima tanpa kehilangan prinsip dan substansi ajarannya.

Trump Pasang Badan Jamin Keamanan Netanyahu di AS

“Selama ini kami tahu Aswaja itu baik, tetapi terkadang bingung bagaimana cara menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Lewat diskusi santai seperti ini, kami menjadi lebih paham dan berani menyebarkan pemahaman yang benar kepada teman-teman lainnya,” ungkap Juhro, perwakilan Banser.

Ketua MWC NU Kecamatan Sukadiri, Kyai Tendi Hidayat, turut memberikan apresiasi terhadap konsistensi GP Ansor Sukadiri dalam menghadirkan ruang diskusi dan pembelajaran bagi generasi muda.

Ia berharap kegiatan seperti Ngadus dapat terus dilaksanakan secara rutin dan berkelanjutan sebagai wadah untuk melahirkan generasi muda yang cerdas, berakhlak mulia, memiliki pemahaman keagamaan yang kuat, serta mampu menjadi pelopor persatuan di tengah masyarakat.

Di akhir kegiatan, pengurus GP Ansor Kecamatan Sukadiri menegaskan komitmennya untuk menjadikan pendalaman nilai-nilai keagamaan dan keorganisasian sebagai materi berkelanjutan dalam agenda Ngadus berikutnya.

Langkah tersebut diharapkan dapat memastikan setiap gerakan dan program GP Ansor Sukadiri senantiasa berpijak pada nilai-nilai luhur Nahdlatul Ulama serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.[Hidayat]

IPW Kritik Kejagung Soal Febrie Adriansyah Tak Ditahan, Minta Presiden Copot Jaksa Agung

× Advertisement
× Advertisement