Internasional
Beranda / Internasional / Uni Eropa Tandingi China dan Amerika Garap Gigafactory AI

Uni Eropa Tandingi China dan Amerika Garap Gigafactory AI

Info Massa — Uni Eropa (UE) resmi menantang dominasi Amerika Serikat dan China dalam peta persaingan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) global. Lewat langkah berani dan berorientasi masa depan, Komisi Eropa mengumumkan investasi raksasa sebesar 10 miliar euro (sekitar Rp207,4 triliun) untuk membangun infrastruktur AI mandiri di dalam kawasan.

Komitmen ini diwujudkan melalui pembangunan tujuh pabrik raksasa (gigafactory) AI baru, bertambah dari rencana awal lima fasilitas. Langkah transformatif ini diambil guna memastikan Eropa tidak sekadar menjadi konsumen teknologi, melainkan produsen utama yang memegang kendali atas kedaulatan data dan teknologi masa depannya.

Pabrik-pabrik AI baru ini dirancang menjadi pusat ekosistem teknologi super-canggih yang terintegrasi. Fasilitas tersebut akan melengkapi 19 pabrik AI yang sudah beroperasi di wilayah UE dan dibekali dengan prosesor AI canggih generasi terbaru, teknologi komputasi awan (cloud) berkapasitas tinggi dan konektivitas berkecepatan super-tinggi serta pusat data (data center) modern.

Kepala Teknologi Uni Eropa, Henna Virkkunen, menegaskan bahwa kepemilikan daya komputasi secara mandiri merupakan fondasi penting bagi kemajuan bangsa.

“Akses pada skala daya komputasi mentah di dalam Gigafactory AI menjadi kebutuhan strategis bagi Eropa saat percepatan pengembangan AI terus berlangsung,” ujar Virkkunen, Sabtu (1/8/2026).

Bapenda Kota Tangerang Diskon Pajak, Tunggakan Siluman Apa Kabar?

Pendekatan progresif UE ini tidak hanya mengandalkan dana publik, tetapi juga dirancang untuk memicu efek bola salju (multiplier effect) pada sektor swasta. Dengan suntikan awal Rp207,4 triliun dari pemerintah, UE menargetkan masuknya tambahan investasi swasta hingga 20 miliar euro (sekitar Rp414,8 triliun).

Untuk merealisasikannya, UE menggalang kemitraan strategis dengan para pilar semikonduktor dunia. Raksasa teknologi seperti AMD, Nvidia, dan Qualcomm telah menandatangani kesepakatan komitmen untuk menjamin pasokan chip canggih bagi proyek gigafactory tersebut.

Proses tender proyek ini dibuka hingga 12 November 2026, dengan pengumuman pemenang pada awal 2027. Seluruh gigafactory ditargetkan beroperasi penuh dalam waktu 18 bulan setelah penandatanganan kontrak.

Langkah berani Uni Eropa ini membuktikan bahwa persaingan teknologi dunia kini tidak lagi didominasi oleh dua kutub utama semata. Dengan investasi infrastruktur yang terarah dan berkelanjutan, UE siap menciptakan era baru ekosistem AI yang lebih inklusif, mandiri, dan berdaya saing tinggi. []

Pangkas Korupsi, Partai Gelora Usul Pembentukan Peradilan Etika

Berita Terkait

× Advertisement
× Advertisement