Nasional
Beranda / Nasional / Sinyal Bahaya Yaman-Saudi Meningkat, DPR Minta Jamaah Umrah Abaikan Rumor

Sinyal Bahaya Yaman-Saudi Meningkat, DPR Minta Jamaah Umrah Abaikan Rumor

Info Massa – Escalation konflik antara militer Arab Saudi dan kelompok militan Houthi Yaman yang kian memanas tidak boleh mengganggu jalannya ibadah para jamaah umrah asal Indonesia.

Anggota Komisi VIII DPR RI Dini Rahmania menegaskan, kunci utama dalam menghadapi situasi darurat di kawasan Timur Tengah saat ini adalah ketenangan jamaah dan keakuratan informasi.

Pernyataan ini merespons eskalasi serangan drone kelompok Houthi ke kawasan Taif, serta peringatan darurat yang diterbitkan otoritas Arab Saudi untuk wilayah Jeddah, Mekkah, dan Taif.

Dini mengimbau seluruh Warga Negara Indonesia (WNI), khususnya para jamaah umrah dan Pekerja Migran Indonesia (PMI), untuk menyaring informasi dan hanya mematuhi panduan dari jalur diplomatik resmi.

“Dengan tetap tenang dan mengikuti arahan yang ada, jamaah dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk tanpa mengabaikan aspek keselamatan,” ujar Dini dalam keterangan resminya di Jakarta, Sabtu.

Pansus Reforma Agraria DPRD DKI Kebut Program PTSL

Guna mengantisipasi dampak dinamika keamanan terhadap keselamatan WNI, DPR mendesak Kementerian Luar Negeri RI melalui Perwakilan RI di Arab Saudi untuk siaga penuh.

KBRI Riyadh dan KJRI Jeddah diminta memperketat koordinasi real-time dengan pemerintah Kerajaan Arab Saudi untuk memantau titik-titik rawan.

Seluruh imbauan keselamatan dan pergerakan jamaah diminta untuk didistribusikan secara transparan dan instan melalui saluran resmi perwakilan RI guna mencegah timbulnya kepanikan akibat hoaks.

Sebelumnya, kecaman internasional juga mengalir dari Liga Arab atas serangan udara nirawak yang menyasar wilayah Taif. Menanggapi situasi geopolitik yang dinamis tersebut, Kementerian Luar Negeri RI memastikan telah memperketat protokol pengamanan serta peringatan dini bagi seluruh elemen WNI yang berada di wilayah Kerajaan Arab Saudi. []

    Putin Buka Sinergitas Negara Tetangga, Tepis Tudingan Agresif ke Eropa
    × Advertisement
    × Advertisement