Info Massa – Pemerintah Desa Kadu, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang menggandeng Summarecon melakukan antisipasi banjir menjelang musim penghujan dengan membersihkan saluran air Sasak Kadu. Kegiatan itu juga melibatkan warga sekitar sebagai langkah partisipatif dan kolaboratif antara pemerintah, masyarakat dan pihak swasta.
Kepala Desa Kadu, M. Asdiansyah, S.H., yang akrab disapa Meonk, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk sinergi antara pemerintah desa, pihak swasta, dan masyarakat dalam menghadapi musim penghujan.
“Gotong royong hari ini merupakan salah satu bentuk upaya Pemerintah Desa Kadu berkolaborasi dengan Summarecon Tangerang, yang memberikan dukungan langsung untuk kegiatan babarengan bebersih Saluran Sasak Kadu sebagai salah satu sumber aliran air di wilayah desa,” ujar Asdiansyah, Minggu 01/11.
Menurutnya, langkah antisipasi harus dilakukan sejak dini untuk meminimalkan risiko bencana yang kerap terjadi saat musim penghujan, seperti banjir, genangan air, angin kencang, hingga pohon tumbang.
“Memasuki musim penghujan, kewaspadaan harus kembali ditingkatkan. Kita perlu mengenali kondisi lingkungan masing-masing dan mengantisipasi berbagai risiko yang mungkin muncul, terutama banjir, genangan, angin kencang, dan pohon tumbang,” ungkapnya.
Asdiansyah menjelaskan, Pemerintah Desa Kadu terus berupaya melakukan mitigasi bencana melalui berbagai kegiatan, salah satunya dengan menggerakkan masyarakat untuk bergotong royong membersihkan saluran air serta menangani titik-titik lingkungan yang dinilai rawan.
Namun demikian, menurutnya, upaya tersebut tidak akan berjalan optimal tanpa dukungan dan keterlibatan aktif masyarakat.
Ia mengajak warga untuk senantiasa menjaga kebersihan lingkungan, tidak membuang sampah sembarangan, memastikan saluran air tetap lancar, serta segera melaporkan apabila menemukan kondisi yang berpotensi menimbulkan bencana.
“Menjaga keamanan dan kebersihan lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Masyarakat juga memiliki peran penting, mulai dari menjaga saluran air tetap bersih hingga menyampaikan informasi apabila menemukan kondisi yang berisiko,” tegasnya.
Selain itu, Meonk juga mengimbau seluruh perangkat desa dan aparat kewilayahan agar meningkatkan respons terhadap berbagai persoalan yang muncul di tengah masyarakat.
Menurutnya, komunikasi dan koordinasi yang cepat antara warga, aparat wilayah, serta pemerintah desa sangat diperlukan guna mempercepat penanganan dan mencegah persoalan berkembang menjadi lebih besar.
“Respons yang cepat sangat penting. Setiap persoalan yang ditemukan di lingkungan harus segera dikomunikasikan agar bisa ditangani bersama dan tidak berkembang menjadi masalah yang lebih besar,” tuturnya.
Melalui kegiatan Babarengan Bebersih Saluran Sasak Kadu ini, Pemdes Kadu berharap semangat gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan semakin tumbuh di tengah masyarakat.
Meonk menegaskan bahwa ketangguhan desa dalam menghadapi musim penghujan tidak hanya bergantung pada kesiapan pemerintah, tetapi juga pada kesadaran dan kebersamaan seluruh elemen masyarakat.
“Ketangguhan desa dibangun dari kepedulian bersama. Ketika pemerintah, masyarakat, dan pihak swasta saling mendukung, berbagai tantangan, termasuk ancaman bencana saat musim hujan, dapat kita hadapi dengan lebih baik,” pungkasnya. []