Info Massa – Anggota DPR RI Charles Honoris menyebut keberhasilan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan terletak pada jumlah penerima manfaat, melainkan pada kualitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Charles membuka data dari surveillence SKDR Kementerian Kesehatan, mencatat sampai beberapa hari yang lalu terdapat puluhan ribu anak mengalami keracunan.
“24.470 anak terdampak kasus keracunan sejak program ini berjalan. Keberhasilan seharusnya bukan hanya dilihat dari jumlah penerima manfaat. Hanya 32% dari SPPG saat ini yang memiliki SLHS. Ini sesuatu yang nggak bisa kita terima pak,” kata Charles ke Bos BGN dalam rapat di parlemen.
“Kesimpulan rapat kita di 1 Oktober 2025, dapur yang tidak memiliki SLHS, tidak boleh diberikan izin beroperasi. BGN sudah melanggar kesepakatan yang kita buat di sini pak,” sambung Charles.
Politisi PDI Perjuangan itu melanjutkan, selama ini BGN selalu mengabarkan ke publik hanya di capaian jumlah penerima manfaatnya saja. Sementara kualitas SPPG yang menyentuh penerima manfaat tidak dikejar.
Temuan Charles di lapangan menyebutkan bahwa SPPG masih banyak yang menyajikan makanan tidak layak dikonsumsi untuk anak-anak.
“Keberhasilan itu seolah-olah yang ingin ditunjukkan jumlah penerima manfaatnya sudah berapa. Tetapi keberhasilan seharusnya tidak diukur hanya dari jumlah penerima manfaatnya, tetapi dari gizi, kualitas gizi yang diberikan kepada anak-anak kita,” ungkap Charles. []
