Info Massa – Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta, Ida Mahmudah, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang menjalin kemitraan strategis dengan Republik Korea. Kerja sama ini berfokus pada penerapan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk menata dan mervitalisasi kawasan padat penduduk seluas 2,3 kilometer persegi di Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Proyek percontohan ini akan mencakup wilayah Kampung Bali, Kebon Melati, dan Kebon Kacang dengan mengusung konsep penataan tanpa penggusuran yang ditargetkan selesai pada 2028.
“Dengan kondisi AI yang sekarang sedang berkembang, saya pikir tidak ada salahnya Indonesia bekerja sama dengan siapa saja, selagi tujuannya untuk memajukan daerah dan masyarakat,” ujar Ida, Jumat (9/10).
Ida menilai penggunaan AI dapat membuat proses perancangan kawasan, pemetaan revitalisasi, hingga sistem pengawasan CCTV menjadi jauh lebih efisien dan optimal. Meski mengapresiasi inovasi berbasis teknologi ini, ia mengingatkan agar Pemprov DKI tidak melupakan aspek sosial dan komunikasi intensif dengan warga setempat.
“Pemda punya tugas memberikan pengertian kepada warga agar mereka tidak terkaget-kaget dan bisa menyiapkan diri,” tuturnya.
Guna memastikan konsep “tanpa penggusuran” berjalan dengan baik di lapangan, Ida mendesak Dinas Perumahan untuk memberikan kepastian tempat tinggal bagi masyarakat yang terdampak selama masa konstruksi.
“Tanpa penggusuran bisa saja dilakukan. Tapi Pemda atau Dinas Perumahan harus menyiapkan tempat penampungan sementara sampai kawasan tersebut bisa tertata dengan baik,” tegas Ida.
Lebih lanjut, legislator DKI ini berharap keberhasilan penataan berbasis AI di Tanah Abang kelak dapat direplikasi ke berbagai kawasan padat penduduk di wilayah Jakarta lainnya, mulai dari Jakarta Utara, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, hingga Jakarta Barat. []