Megapolitan
Beranda / Megapolitan / Gubernur Pramono Gasspoll AI, Jakarta Gandeng Korsel

Gubernur Pramono Gasspoll AI, Jakarta Gandeng Korsel

Info Massa – Pemprov DKI Jakarta siap mengambil peran sentral dalam kemitraan strategis antara Indonesia dan Korea Selatan di bidang kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Langkah ini difokuskan untuk menghadirkan solusi konkret pada persoalan perkotaan, mulai dari penataan kawasan permukiman hingga efisiensi pelayanan publik.

Kesiapan tersebut ditegaskan oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam Roundtable Discussionbertajuk “Shaping the Future Together: Strategic AI Partnership Between Korea and Indonesia” di Ayana Midplaza, Jakarta Pusat, Kamis (8/10).

Gubernur Pramono mengungkapkan bahwa Jakarta memiliki modal sosial dan infrastruktur digital yang sangat solid untuk mendukung kerja sama ini. Jakarta telah memiliki hubungan diplomatik erat lewat status sister citydengan Seoul, Jeju, Chungcheongnam-do, dan Nonsan.

Tak hanya itu, Jakarta saat ini menampung 102 pusat data—hampir separuh dari total pusat data di seluruh Indonesia.

Pemanfaatan AI di Jakarta tidak hanya berhenti pada wacana teknis, melainkan langsung diterapkan pada persoalan nyata di lapangan. Salah satu proyek percontohan utama adalah penataan kawasan sepanjang 2,3 kilometer yang mencakup Kampung Bali, Kebon Melati, dan Kebon Kacang di Tanah Abang, Jakarta Pusat.

IPW Menilai Dakwaan Jaksa Terhadap Febrie Adriansyah Diduga Kontruksi Pemangkasan Hukuman

“Kita akan menerapkan AI untuk melakukan renovasi dan revitalisasi tanpa melakukan penggusuran,” tegas Pramono.

Dalam proyek ini, teknologi AI akan dimanfaatkan untuk mengoptimalkan tata ruang permukiman padat. Melakukan pengawasan & keamanan dengan integrasi jaringan CCTV cerdas dan memastikan intervensi pembangunan berbasis data yang akurat.

Penataan kawasan Tanah Abang ini ditargetkan rampung pada 2028 dan diproyeksikan menjadi percontohan nasional dalam mengentaskan kawasan kumuh berbasis teknologi.

Selain penataan kawasan, Pemprov DKI juga membidik pemanfaatan AI untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, perumusan kebijakan berbasis data, hingga pengelolaan mobilitas dan kemacetan lalu lintas. Kendati demikian, Pramono menekankan pentingnya etika AI yang berorientasi pada manusia dengan menjaga privasi, keamanan, keadilan, dan inklusi digital.

Rencana ambisius Jakarta ini mendapat sambutan hangat dari pihak Korea Selatan. Duta Besar Republik Korea untuk Indonesia, Yoon Soon Gu, menegaskan kesiapan negaranya untuk memperluas ekosistem AI bersama Indonesia.

PB SEMMI Dilantik, Indri Damayanthi Tolak Diskriminatif Perempuan

“Kami memiliki fondasi yang kuat dan kokoh untuk mengembangkan serta meningkatkan ekosistem kecerdasan buatan. Oleh karena itu, kami siap bekerja sama dengan Indonesia. Kami adalah mitra yang dapat diandalkan,” kata Yoon Soon Gu.

Menutup diskusi, Penasihat Senior Laboratorium Indonesia 2045, Andi Widjajanto, mengingatkan agar kolaborasi strategis ini memberikan dampak langsung bagi masyarakat luas, khususnya anak muda. Kerja sama AI Indonesia-Korea diharapkan mampu membuka peluang baru dan menciptakan solusi perkotaan yang berkelanjutan bagi generasi mendatang. []

× Advertisement
× Advertisement