Info Massa – Sebuah pernyataan mengejutkan datang dari seorang pria yang mengenakan rompi tahanan saat dikerumuni awak media. Dalam kesempatan tersebut, ia melontarkan peringatan keras yang ditujukan langsung kepada Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan jajaran puncaknya.
Sambil berjalan di bawah pengawalan petugas kepolisian, pria tersebut menyatakan bahwa kader-kader partai berlambang banteng tersebut saat ini tengah menjadi sasaran pengejaran oleh pihak-pihak yang ia sebut sebagai “anjing liar”.
Dengan nada bicara yang tegas di depan mikrofon berbagai media nasional, ia meminta pesan ini disampaikan langsung kepada Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, dan Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto.
“Saya ingin sampaikan ke kawan-kawan PDIP, kader-kader PDIP sekarang lagi diburu oleh anjing-anjing liar. Banteng sedang diburu oleh anjing-anjing liar. Sampaikan ke Bu Mega dan juga Mas Hasto,” ujarnya kepada wartawan.
Pernyataan ini sontak memancing pertanyaan dari awak media mengenai siapa yang dimaksud dengan istilah “anjing liar” tersebut.
Saat ditanya apakah istilah tersebut merujuk pada Aparat Penegak Hukum (APH), ia tidak menampik. Ia bahkan melontarkan tuduhan serius bahwa ada oknum penegak hukum yang kerap memberikan informasi tidak benar kepada publik.
“Ya pastilah, APH-nya yang sering bohong itu loh. Nah, kawan-kawan tinggal simpulkan siapa aparat penegak hukum yang suka berbohong. Nah, merekalah yang saya identikkan seperti anjing liar,” tegasnya sebelum berlalu.
Lebih lanjut, ia meyakini bahwa rentetan peristiwa atau pengejaran yang terjadi terhadap kader PDIP bukanlah murni persoalan hukum biasa, melainkan bagian dari skenario politik yang lebih luas.
Menurutnya, PDIP menjadi target utama karena merupakan satu-satunya partai yang memiliki basis massa (grassroot) yang sangat loyal.
“Karena ada agenda politik. Ini terkait agenda politik, ada agenda politik besar. Ya kawan-kawan tahu, satu-satunya partai yang punya grassroot loyalnya luar biasa ya PDIP,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak PDIP maupun institusi penegak hukum terkait tudingan yang dilontarkan dalam video yang kini mulai beredar di media sosial tersebut. []

