Megapolitan
Beranda / Megapolitan / Satu Tahun Sachrudin–Maryono: Klaim 3G Menggema, Realitas Warga Tangerang Masih Jadi Pertanyaan

Satu Tahun Sachrudin–Maryono: Klaim 3G Menggema, Realitas Warga Tangerang Masih Jadi Pertanyaan

Info Massa – Satu tahun kepemimpinan Wali Kota Sachrudin dan Wakil Wali Kota Maryono dengan program unggulan 3G (Gampang Sekolah, Gampang Kerja, Gampang Sembako) menuai tanggapan kritis dari kalangan mahasiswa.

Sekretaris Jenderal Forum Aksi Mahasiswa (FAM) Tangerang, Akbar Ridho, menilai perayaan capaian pemerintah kerap berhenti pada angka statistik dan narasi keberhasilan, sementara realitas yang dirasakan warga belum sepenuhnya berubah.

Secara statistik, Pemerintah Kota Tangerang mencatat sejumlah indikator positif. Angka kemiskinan pada 2025 turun menjadi 5,19 persen, terendah dalam lima tahun terakhir, seiring pertumbuhan ekonomi sekitar 5,20 persen. 

Di sektor ketenagakerjaan, Upah Minimum Kota (UMK) Tangerang tahun 2025 juga naik menjadi Rp5.069.708, meningkat 6,5 persen dari tahun sebelumnya.

Sekretaris Jenderal Forum Aksi Mahasiswa (FAM) Tangerang saat melalukan mimbar bebes. (Foto: Istimewa).

Namun menurut Akbar, angka makro tersebut belum sepenuhnya mencerminkan kondisi riil masyarakat.

Surat Edaran Wali Kota Tangerang Mandul, Prostitusi Berkedok Pijat Refleksi Tetap Beroperasi di Cipondoh

“Angka boleh turun, tetapi biaya hidup terus naik. Banyak buruh masih hidup pas-pasan, dan generasi muda kesulitan mendapat pekerjaan yang layak,” ujarnya, Sabtu (21/2).

Sejumlah persoalan lokal, menurut Akbar yang masih menjadi keluhan warga antara lain:


• Banjir musiman di wilayah Tangerang Raya yang masih berdampak pada ribuan warga saat hujan ekstrem.
• Ketimpangan kesempatan kerja, terutama bagi lulusan baru yang menghadapi persaingan tinggi di kawasan industri.
• Tata kota dan kepadatan penduduk, terutama di kecamatan padat seperti Periuk (±144 ribu jiwa) dan Ciledug (±147 ribu jiwa), yang menekan kualitas lingkungan dan layanan publik.

Akbar menilai, jika persoalan mendasar ini belum tertangani secara sistemik, maka klaim keberhasilan pemerintah berpotensi menjadi sekadar formalitas administratif.

Ia menegaskan, keberhasilan pemerintah tidak diukur dari banyaknya program atau publikasi capaian, tetapi dari sejauh mana masyarakat merasakan keadilan sosial.

DPRD Kota Tangerang Dorong Pembangunan Akses Alternatif di Lintasan Stasiun Poris

“Legitimasi kekuasaan lahir dari rasa adil yang dirasakan warga. Jika rakyat masih menghadapi persoalan yang sama, maka yang berubah hanya narasi bukan kenyataan,” tegasnya.

FAM Tangerang mendorong Pemkot untuk memastikan program 3G benar-benar menyentuh persoalan mendasar seperti pengendalian banjir, penciptaan kerja layak, stabilitas harga kebutuhan pokok, dan pembangunan kota yang manusiawi.

Sebab pada akhirnya, menurut Akbar ukuran keberhasilan pemerintahan bukan pada apa yang diklaim, tetapi pada apa yang dirasakan rakyat.[]

× Advertisement
× Advertisement