Advertisement
Megapolitan
Beranda / Megapolitan / SELISIH 0,80 POIN BUKAN HARGA MATI: WALIKOTA HARUS PRIORITASKAN CALON KADISPORA YANG BERANI TANDATANGANI PAKTA INTEGRITAS

SELISIH 0,80 POIN BUKAN HARGA MATI: WALIKOTA HARUS PRIORITASKAN CALON KADISPORA YANG BERANI TANDATANGANI PAKTA INTEGRITAS

Ket : Kiri Ucok & Budi dalam uji publik KNPI dan Kanan Ketua Bidang Pemuda dan olahraga HMB JAKARTA. (Foto: Info Massa/Istimewa).

Info Massa – Himpunan Mahasiswa Banten Jakarta (HMB Jakarta) menyampaikan sikap resmi terkait hasil seleksi tiga besar calon Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kota Tangerang Selatan.

Berdasarkan pengumuman Panitia Seleksi, terdapat selisih nilai yang sangat tipis, yakni hanya 0,80 poin antara peringkat pertama dan kedua. Kondisi ini menunjukkan bahwa secara administratif, para kandidat memiliki kapasitas yang relatif setara.

Ketua Bidang Pemuda dan Olahraga HMB Jakarta, Arizal, menegaskan bahwa Walikota memiliki kewenangan penuh untuk memilih kandidat terbaik dari tiga besar, tanpa terikat pada urutan nilai semata.

Menurutnya, dalam situasi selisih nilai yang sangat tipis, faktor legitimasi publik, keberanian, dan komitmen terbuka harus menjadi variabel penentu.

Dalam forum uji publik yang diselenggarakan oleh KNPI, hanya Ucok AH Siagian dan Budi Mulia yang hadir serta berani menandatangani Pakta Integritas di hadapan mahasiswa dan pemuda.

Epikurian Gelar Kelas Politik Akar Rumput

“Selisih 0,80 poin tidak bisa dijadikan satu-satunya dasar keputusan. Keberanian mengikat komitmen di depan publik adalah indikator nyata kepemimpinan. HMB Jakarta menilai Ucok AH Siagian memiliki legitimasi moral yang lebih kuat karena kesediaannya diuji secara terbuka,” tegas Arizal, Senin (13/4).

HMB Jakarta menilai bahwa Dinas Pemuda dan Olahraga Tangerang Selatan membutuhkan figur yang siap bekerja sejak hari pertama, bukan yang masih dalam tahap penyesuaian.

Dengan pengalaman sebagai mantan Kasi Sarana dan Prasarana serta Kabid Peningkatan Prestasi, Ucok AH Siagian dinilai memiliki pemahaman teknis dan pengalaman birokrasi yang matang untuk melakukan percepatan reformasi di tubuh Dispora.

“Ketika selisih nilai sangat tipis, maka pengalaman lapangan, rekam jejak kerja, dan dukungan nyata dari organisasi pemuda harus menjadi faktor penentu,” lanjut Arizal.

HMB Jakarta mengingatkan bahwa penunjukan Kadispora bukan sekadar keputusan administratif, tetapi juga ujian keberpihakan terhadap suara pemuda.

Dugaan Pelanggaran AMDAL hingga Indikasi Tipikor, Proyek Perum Griya Artha di Buaran Jati Disorot

“Jangan biarkan Dispora dipimpin oleh sosok yang menghindari ruang dialog publik. Kami mendukung kandidat yang telah menunjukkan komitmen tertulis di hadapan pemuda. Walikota harus memilih figur yang teruji secara moral dan sosial, bukan sekadar unggul tipis di atas kertas,” tutup Arizal.[]

× Advertisement
× Advertisement