Info Massa – Dugaan keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) terjadi di Kecamatan Pinang, Kota Tangerang. Sejumlah siswa dan guru di RA Al-Irsyadiyah dilaporkan mengalami gejala mual dan diare setelah mengonsumsi makanan yang disediakan pada Rabu (8/4/2026).
Kepala Sekolah Raudhatul Athfal (RA) Al-Irsyadiyah, Nurul Makiyah, membenarkan adanya insiden tersebut. Ia menyebut dugaan sementara berkaitan dengan menu makanan yang disajikan.
“Rabu itu kami dapat MBG, nah di kami itu biasanya tidak langsung dibagikan tapi dipindahkan dulu dan menggunakan sistem prasmanan. Saat itu saya kira itu mayones yang ditaburi di atas nasi tersebut, namun ternyata itu susu, dan kalau susu kan 2 jam dibiarkan saja bisa cepat basi,” tuturnya.
Nurul mengatakan, informasi awal terkait gejala yang dialami siswa diterima pada malam hari setelah konsumsi makanan. Pada keesokan harinya, beberapa siswa dilaporkan tidak masuk sekolah.
“Jadi pas Rabu malam [dapat informasi] ada yang mual dan diare, besoknya ada yang tidak sekolah. Setelah kami tau di hari kamis, kami langsung konfirmasi itu kira-kira apa? Apakah mayones atau susu. Pihak SPPG malah hanya mengatakan kata maaf saja,” lanjut Nurul.
Pihak sekolah mencatat terdapat dua siswa dan tiga guru yang mengalami gejala tersebut.
Selain di RA Al-Irsyadiyah, dugaan kejadian serupa juga disampaikan oleh SMK Farmasi Tangerang 1. Namun, pihak sekolah tersebut belum dapat memastikan apakah kondisi yang terjadi berkaitan langsung dengan makanan dari program MBG.
Sementara itu, pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pinang 2 membenarkan sebagai penyedia makanan MBG di sekolah-sekolah yang dilaporkan mengalami kejadian tersebut. Namun, mereka belum dapat memastikan penyebab insiden.
“Memang benar, kami penyuplainya. Tapi kami belum bisa mengatakan bahwa itu karena MBG, karena setelah dapat laporan keracunan, kami langsung ambil sampel dan langsung uji Lab di Dinas Kesehatan Kota Tangerang dan ini kami menunggu hasilnya,” ucap salah satu staff SPPG Pinang 2 yang tidak berkenan disebut namanya.
Pihak SPPG juga menyatakan belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut tanpa persetujuan pimpinan.
“Kami belum berani untuk berikan data atau diwawancarai secara lebih, karena itu kan kewenangan kepala SPPG. Nah kepala sendiri pun saat ini tidak ada di tempat, dan kepala SPPGnya sedang tugas luar, kami tidak tahu kemana,” ucapnya.
Hingga berita ini diturunkan, hasil uji laboratorium dari Dinas Kesehatan Kota Tangerang belum diumumkan. Penyebab pasti dugaan keracunan tersebut masih dalam proses penelusuran oleh pihak terkait.[]

