Daerah
Beranda / Daerah / Prabowo Sinergikan Cagar Budaya dan Modernisasi Stasiun Tawang

Prabowo Sinergikan Cagar Budaya dan Modernisasi Stasiun Tawang

Info Massa — Presiden Prabowo Subianto meresmikan hasil renovasi tahap pertama bangunan cagar budaya Stasiun Semarang Tawang, Jawa Tengah, pada Kamis (30/7/2026). Peresmian ini menegaskan komitmen pemerintah dalam memadukan pelestarian aset bersejarah nasional dengan peningkatan mutu layanan transportasi publik.

Renovasi yang dikerjakan oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 4 Semarang selama 240 hari sejak Mei hingga Desember 2025 ini tak sekadar mempercantik visual. Proyek ini berfokus pada tiga pembenahan mendasar: pengembalian estetika arsitektur sejarah, pembenahan fasilitas pelanggan, hingga penanganan masalah teknis banjir rob.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa peresmian ini menjadi titik awal langkah besar KAI untuk mengembalikan fasad Stasiun Tawang ke bentuk aslinya saat pertama kali dirancang oleh arsitek Belanda, Sloth-Blauwboer, pada 1911.

“Sebagai bangunan cagar budaya, proses renovasi wajib melibatkan ahli agar nilai historisnya terjaga sesuai UU No. 11 Tahun 2010. Pemerintah mendorong sinergi agar bangunan bersejarah seperti Stasiun Tawang tetap dimanfaatkan secara produktif dan modern tanpa menghilangkan nilai budayanya,” ujar Prasetyo dalam keterangan tertulisnya, Kamis.

Melalui renovasi tahap pertama ini, penumpang kini disuguhi peningkatan fasilitas kelas atas. Area stasiun kini dilengkapi dengan ruang tunggu luxury, ruang VIP yang lebih representatif, pembaruan selasar, serta penataan ulang hall utama.

TOK! MK Larang Gunakan Anggaran Pendidikan untuk MBG

Tak kalah krusial, perbaikan sistem drainase dan perpipaan juga menjadi fokus utama guna mengantisipasi ancaman banjir rob dan genangan air hujan yang kerap melanda kawasan tersebut. Pembenahan infrastruktur ini vital mengingat Stasiun Tawang merupakan stasiun tersibuk keempat di Indonesia.

Sepanjang Semester I 2026, stasiun kelas besar tipe A ini mencatatkan lebih dari 2,15 juta aktivitas naik-turun penumpang dengan tingkat ketepatan waktu (On Time Performance) keberangkatan yang sangat tinggi, yakni mencapai 99,45 persen.

Di samping peran operasional dan ekonominya yang sangat vital bagi Jawa Tengah, Stasiun Tawang menyimpan riwayat panjang perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Stasiun ini merupakan titik keberangkatan Kereta Luar Biasa (KLB) menuju Bandung pada 10 September 1945. Tempat ini juga menjadi lokasi pemberhentian kereta yang membawa Presiden Pertama RI, Soekarno, saat menghadiri perundingan gencatan senjata pada peristiwa bersejarah Pertempuran Lima Hari Semarang, Oktober 1945.

Dengan selesainya tahap awal restorasi ini, Stasiun Semarang Tawang tak hanya siap menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih aman dan nyaman bagi masyarakat, tetapi juga terus berdiri kokoh sebagai monumen sejarah yang hidup bagi generasi mendatang. []

Dalam Tiga Tahun Tuan Rumah Juara MTQ Kota Tangerang

× Advertisement
× Advertisement