Internasional
Beranda / Internasional / Perang Iran-Amerika Hantam Perusahaan China di Kuwait

Perang Iran-Amerika Hantam Perusahaan China di Kuwait

Info Massa — Dampak konflik bersenjata antara Iran dan Amerika Serikat kini mulai mengancam keselamatan entitas sipil asing. Sebuah fasilitas milik perusahaan asal China di wilayah utara Kuwait dilaporkan menjadi korban hantaman serangan mematikan yang diluncurkan pihak militer Iran pada Kamis (30/7/2026).

Insiden tragis ini mengonfirmasi jatuhnya korban jiwa dari pihak pekerja asing, serta mengakibatkan kerusakan material skala besar pada kompleks bangunan milik perusahaan Negeri Tirai Bambu tersebut.

“Serangan tersebut menyebabkan kerusakan material yang signifikan pada bangunan, dan pihak berwenang telah mulai mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menangani insiden ini,” ujar Juru Bicara Militer Kuwait, Mayor Jenderal Saud Abdulaziz Al Otaibi, dikutip dari Al Jazeera, Kamis (30/7/2026).

Serangan yang menyasar wilayah kerja perusahaan China ini memicu keprihatinan mendalam terkait keselamatan tenaga kerja dan investasi asing di kawasan Teluk, di tengah eskalasi militer yang terus meluas.

Laporan resmi militer mengonfirmasi setidaknya satu orang karyawan perusahaan China tersebut tewas di tempat saat serangan terjadi. Selain korban jiwa, dampak ledakan juga menghancurkan sebagian besar struktur fisik bangunan tempat perusahaan beroperasi.

Dalam Tiga Tahun Tuan Rumah Juara MTQ Kota Tangerang

Hingga saat ini, otoritas setempat masih melakukan investigasi mendalam untuk mendata seluruh kerugian dan memastikan keselamatan para pekerja sipil lainnya yang berada di area terdampak.

Tertembaknya fasilitas perusahaan asal Beijing ini menjadi bukti nyata bahwa dampak pertempuran tak lagi hanya menyasar target militer. Kuwait sendiri terseret ke dalam pusaran konflik Iran-AS sejak Februari lalu karena menampung sejumlah pangkalan dan fasilitas militer utama milik Paman Sam.

Sebagaimana dilaporkan CNN, fasilitas-fasilitas militer AS yang tersebar di beberapa negara Arab terus menjadi sasaran utama gelombang serangan balasan dari Tehran. Namun, serangan terkini di Kuwait justru meleset atau berdampak langsung pada aset ekonomi pihak ketiga seperti China.

Merespons ancaman keamanan yang kian tak terkendali di wilayahnya, Militer Kuwait menegaskan komitmen untuk bertindak tegas demi menjaga kedaulatan serta melindungi seluruh warga negara maupun pekerja asing.

“Kuwait menegaskan komitmennya untuk mengambil seluruh langkah yang diperlukan guna melindungi kedaulatan tanah air, menjaga keamanan dan stabilitas negara, serta bekerja sama dengan otoritas terkait untuk menjamin keselamatan warga negara maupun penduduk,” tegas Al Otaibi melalui penyataan resminya di platform X. []

Prabowo Sinergikan Cagar Budaya dan Modernisasi Stasiun Tawang

× Advertisement
× Advertisement