Info Massa – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Rusia melemparkan tuduhan keras terhadap negara-negara anggota Organisasi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Moskow menilai blok militer Barat tersebut telah lama berupaya merusak efektivitas Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) demi menjadikannya alat kendali politik.
Juru Bicara Kemlu Rusia, Maria Zakharova, mengungkapkan bahwa sekutu NATO memiliki agenda terselubung untuk mengikis independensi PBB agar organisasi dunia tersebut tidak lagi mampu menyelesaikan konflik internasional secara mandiri.
“Merek memiliki rencana rahasia untuk PBB. Rencana itu sudah ada sejak lama, karena awalnya mereka pada dasarnya ingin membubarkan PBB. Mereka ingin PBB menjadi semakin lemah,” ujar Zakharova saat berbicara kepada Radio Sputnik, Rabu.
Zakharova menegaskan bahwa negara-negara Barat memandang status universal PBB sebagai sebuah ancaman bagi dominasi mereka. Alih-alih memperkuat diplomasi multilateral, aliansi Barat dinilai sengaja membiarkan PBB tidak berdaya.
Ditujukan untuk mengubah fungsi PBB dari lembaga penengah konflik global menjadi instrumen pemenuh kepentingan kelompok tertentu.
Negara Barat disebut enggan berdiskusi soal penguatan PBB, bahkan secara sengaja menunggak pembayaran iuran keanggotaan.
“Dalam pandangan mereka, PBB merupakan tantangan yang harus dilemahkan—dari sebuah organisasi yang bersifat menyeluruh dan universal menjadi sekadar instrumen untuk mencapai kepentingan tertentu,” pungkas Zakharova.
Pernyataan menohok ini semakin mempertegas meruncingnya ketegangan geopolitik antara Rusia dan aliansi NATO di tengah konstelasi politik global yang kian memanas. []