TANGERANG, Info Massa – Kinerja Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Tangerang menunjukkan hasil positif. Hingga Semester I 2026, realisasi investasi di Kota Tangerang berhasil menembus Rp11,734 triliun, atau telah mencapai 77 persen dari target RPJMD sebesar Rp15,15 triliun.
Capaian tersebut menjadi salah satu indikator keberhasilan pemerintah daerah dalam menjaga iklim investasi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di Kota Tangerang.
Dari total realisasi tersebut, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) memberikan kontribusi terbesar dengan nilai Rp8,385 triliun, sedangkan Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai Rp3,349 triliun.
Investasi tersebut tersebar dalam 18.136 proyek dan berhasil menyerap 29.887 tenaga kerja sepanjang Januari-Juni 2026.
Kepala DPMPTSP Kota Tangerang, Dr. Ir. R. Sugihharto Achmad Bagdja, M.Si., mengatakan capaian tersebut tidak hanya menggambarkan besarnya nilai modal yang masuk, tetapi juga menunjukkan aktivitas investasi yang memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat.
“Realisasi investasi Semester I 2026 mencapai Rp11,734 triliun atau sekitar 77 persen dari target RPJMD sebesar Rp15,15 triliun. Investasi tersebut juga memberikan dampak terhadap penyerapan tenaga kerja, dengan hampir 30 ribu tenaga kerja terserap,” ujar Sugihharto kepada I’M, Selasa (15/9) siang.
Pelayanan Investasi Jadi Kunci
Capaian tersebut tidak terlepas dari upaya DPMPTSP Kota Tangerang dalam memberikan pelayanan penanaman modal dan perizinan kepada pelaku usaha.
Kemudahan akses informasi, pelayanan perizinan, serta fasilitasi kegiatan investasi menjadi bagian penting dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif.
Kinerja tersebut menjadi semakin penting karena Kota Tangerang merupakan wilayah perkotaan dengan aktivitas ekonomi dan dunia usaha yang sangat dinamis.
“Kami terus mendorong agar investasi dapat tumbuh secara berkelanjutan dan tersebar di berbagai sektor usaha. Dengan demikian, manfaat investasi tidak hanya terlihat dari nilai rupiahnya, tetapi juga dari aktivitas ekonomi dan kesempatan kerja yang dihasilkan,” kata Sugihharto.
Investasi Semester I Sudah 77 Persen Target
Realisasi sebesar Rp11,734 triliun hingga Juni menunjukkan bahwa DPMPTSP Kota Tangerang telah mengamankan sebagian besar target investasi tahun berjalan.
Dengan target RPJMD sebesar Rp15,15 triliun, pemerintah daerah tinggal mengejar sekitar Rp3,416 triliun untuk mencapai target tersebut.
Capaian 77 persen dalam enam bulan menjadi sinyal positif bagi kinerja penanaman modal Kota Tangerang.
Meski demikian, capaian tersebut tetap perlu dipertahankan hingga akhir tahun agar pertumbuhan investasi tidak hanya tinggi secara nominal, tetapi juga konsisten dan memberikan dampak nyata terhadap masyarakat.
Triwulan II Naik 15 Persen dari Triwulan I
Pada periode April-Juni 2026, realisasi investasi mencapai Rp6,283 triliun, terdiri dari PMDN Rp4,181 triliun dan PMA Rp2,102 triliun.
Jika dibandingkan dengan Triwulan I 2026, capaian tersebut meningkat sekitar 15 persen.
Pada Triwulan II juga tercatat 10.304 proyek dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 18.255 orang.
Namun secara tahunan, angka tersebut memang masih lebih rendah dibandingkan Triwulan II 2025 yang mencapai Rp8,211 triliun.
Kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus pekerjaan rumah untuk memastikan momentum pertumbuhan investasi dapat terus dijaga pada semester berikutnya.
Sektor Strategis Jadi Penopang
Dari sisi sektor usaha, Perumahan, Kawasan Industri dan Perkantoran menjadi salah satu kontributor terbesar dengan nilai sekitar Rp3,340 triliun.
Kemudian Transportasi, Gudang dan Telekomunikasi sebesar Rp1,548 triliun serta Industri Kimia dan Farmasi sebesar Rp1,156 triliun.
Sektor lainnya yang turut memberikan kontribusi adalah Perdagangan dan Reparasi, Industri Karet dan Plastik, Industri Makanan, Jasa Lainnya, Industri Mineral Nonlogam, Hotel dan Restoran, serta Industri Mesin, Elektronik dan Optik.
Keragaman sektor tersebut menjadi gambaran bahwa aktivitas investasi di Kota Tangerang memiliki basis ekonomi yang cukup luas.
Hampir 30 Ribu Tenaga Kerja Terserap
Keberhasilan investasi juga dapat dilihat dari dampaknya terhadap tenaga kerja. Sebanyak 29.887 orang terserap melalui kegiatan investasi selama Semester I 2026.
Sektor Perdagangan dan Reparasi menjadi penyumbang terbesar dengan 6.307 tenaga kerja, disusul Jasa Lainnya 4.008 orang, Industri Kimia dan Farmasi 3.211 orang, Transportasi, Gudang dan Telekomunikasi 3.099 orang, serta Konstruksi 2.184 orang.
“Penyerapan tenaga kerja menjadi salah satu indikator penting dari keberhasilan investasi. Karena itu, kami berharap setiap pertumbuhan investasi juga memberikan multiplier effect terhadap masyarakat,” tutur Sugihharto.
UMK Juga Ikut Menggerakkan Ekonomi
Keberhasilan DPMPTSP dalam mendorong aktivitas investasi juga terlihat dari keterlibatan pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK).
Pada Semester I 2026, realisasi investasi UMK mencapai Rp16,21 miliar, berdasarkan 413 laporan UMK, dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 507 orang.
Artinya, ekosistem investasi Kota Tangerang tidak hanya ditopang perusahaan besar dan investor asing. Pelaku UMK juga ikut berkontribusi dalam menggerakkan roda perekonomian daerah.
DPMPTSP Masih Punya Ruang untuk Tancap Gas
Dengan capaian 77 persen target pada pertengahan tahun, DPMPTSP Kota Tangerang masih memiliki ruang untuk meningkatkan kinerja hingga akhir 2026.
Tantangannya adalah menjaga kepercayaan investor, memperkuat kualitas pelayanan, mempercepat proses perizinan, sekaligus memastikan investasi yang masuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kami optimistis target yang telah ditetapkan dapat terus dikejar dengan mendorong kemudahan berusaha, meningkatkan kualitas pelayanan perizinan, serta menjaga iklim investasi agar tetap kondusif,” pungkas Sugihharto.[]