Megapolitan
Beranda / Megapolitan / Jalan Rp5,19 Miliar di Tangerang Belum Digunakan Sudah Retak, Warga Pertanyakan Kualitas Proyek

Jalan Rp5,19 Miliar di Tangerang Belum Digunakan Sudah Retak, Warga Pertanyakan Kualitas Proyek

Papan informasi proyek peningkatan Jalan Iskandar Muda di Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, mencantumkan nilai pekerjaan Rp5.192.513.000 dengan pelaksana CV Vir Maju Bersama. (Foto: Info Massa)

TANGERANG, Info Massa – Proyek peningkatan Jalan Iskandar Muda, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, disorot warga setelah ditemukan sejumlah retakan pada permukaan badan jalan beton yang masih dalam tahap pengerjaan.

Proyek yang dibiayai melalui anggaran tahun 2026 tersebut tercantum memiliki nilai Rp5.192.513.000 atau sekitar Rp5,19 miliar. Berdasarkan papan informasi proyek, pekerjaan dengan paket Peningkatan Jalan Iskandar Muda (Lanjutan) itu dilaksanakan oleh CV Vir Maju Bersama dengan masa pelaksanaan selama 90 hari kalender.

Temuan retakan menjadi perhatian karena jalan tersebut belum sepenuhnya digunakan oleh masyarakat. Dari pantauan di lokasi, terlihat retakan memanjang dan bercabang pada permukaan beton.

Kondisi tersebut membuat warga mempertanyakan kualitas konstruksi serta daya tahan jalan ketika nantinya mulai digunakan dan menerima beban kendaraan.

Warga meminta Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) tidak hanya memastikan proyek selesai secara fisik, tetapi juga melakukan pemeriksaan mutu secara menyeluruh.

Tangerang 10K Diwarnai Kericuhan, Rekayasa Lalu Lintas Jadi Sorotan

“Kami khawatir kalau hujan. Takutnya air nggak masuk ke drainase dan malah banjir ke rumah warga,” ujar salah seorang warga yang meminta namanya tidak disebutkan, Senin (14/9/2026).

Retakan Akan Ditangani

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari pihak pelaksana proyek, retakan yang ditemukan akan ditangani menggunakan metode grouting dengan material non-shrink.

Namun, langkah perbaikan tersebut dinilai belum menjawab pertanyaan utama mengenai penyebab munculnya retakan pada jalan yang masih relatif baru.

Secara teknis, retakan pada beton dapat disebabkan berbagai faktor dan tidak serta-merta menunjukkan kegagalan konstruksi. Karena itu, diperlukan pemeriksaan untuk mengetahui karakter dan penyebab retakan, termasuk memastikan apakah berkaitan dengan proses pengecoran, curing, sambungan konstruksi, kondisi lapisan dasar, maupun faktor teknis lainnya.

Warga berharap pemerintah tidak hanya melakukan penambalan atau perbaikan pada bagian yang retak, tetapi juga memastikan akar persoalannya.

Pelanggaran TKDN Menyengat, KPK Didesak Seret Disdik Bogor

Pasalnya, apabila terdapat persoalan pada mutu atau metode pelaksanaan, perbaikan permukaan saja dikhawatirkan tidak menyelesaikan masalah dalam jangka panjang.

Elevasi Jalan dan Drainase Ikut Dipertanyakan

Selain persoalan retakan, warga juga menyoroti posisi badan jalan yang dinilai cukup tinggi dibandingkan permukaan tanah di lingkungan sekitar.

Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran terhadap sistem drainase, khususnya ketika hujan dengan intensitas tinggi.

Warga mempertanyakan apakah sistem drainase telah dirancang dan dikerjakan secara bersamaan dengan peningkatan badan jalan serta apakah saluran yang ada mampu menampung dan mengalirkan air dengan baik.

“Jangan sampai jalannya sudah tinggi, tapi airnya justru masuk ke rumah warga,” ungkap warga.

Alumni Raharja dan DKT Tangerang Kolaborasi Dalam Malam Seni Jumatan

Proyek Rp5,19 Miliar Diminta Diawasi Ketat

Dengan nilai pekerjaan mencapai lebih dari Rp5,19 miliar, masyarakat menilai pengawasan terhadap proyek tersebut harus dilakukan secara serius.

Pembangunan jalan menggunakan uang negara tidak cukup hanya menghasilkan jalan yang terlihat selesai. Kualitas konstruksi, kesesuaian spesifikasi, ketahanan jalan, serta dampaknya terhadap lingkungan sekitar juga harus menjadi perhatian.

Warga meminta Dinas PUPR Kota Tangerang melakukan pemeriksaan sebelum proyek dinyatakan selesai dan diserahterimakan.

× Advertisement
× Advertisement