Info Massa – Ekspor otomotif Korea Selatan (Korsel) pada Agustus mengalami penurunan dua digit, yang dipengaruhi oleh liburan musim panas dan aksi mogok kerja parsial, demikian menurut data kementerian terkait negara tersebut yang dirilis Kamis (17/9).
Pengiriman mobil ke luar negeri anjlok 29,8 persen dibandingkan setahun sebelumnya menjadi 3,85 miliar dolar AS (1 dolar AS = Rp17.712) pada Agustus, ungkap Kementerian Perdagangan, Perindustrian, dan Sumber Daya Korsel.
Penurunan dua digit itu disebabkan oleh berkurangnya hari operasional akibat liburan musim panas dan aksi mogok kerja di sejumlah produsen mobil.
Ekspor otomotif ke Amerika Utara dan Uni Eropa (UE) masing-masing anjlok 28,2 persen dan 16,8 persen, sementara ekspor ke Asia dan Timur Tengah masing-masing turun 41,9 persen dan 23,6 persen.
Meski terjadi penurunan secara keseluruhan, kendaraan ramah lingkungan menunjukkan ketahanan yang relatif baik, sebut kementerian itu.
kendaraan listrik (electric vehicle/EV), kendaraan listrik sel bahan bakar (FCEV), kendaraan listrik hibrida (HEV), dan kendaraan listrik hibrida plug-in (PHEV)
Pada Agustus, jumlah kendaraan yang diekspor mencapai 146.499 unit, turun 26,9 persen dibandingkan dengan bulan yang sama tahun lalu. Sementara itu, ekspor suku cadang otomotif turun 9,8 persen menjadi 1,50 miliar dolar AS.
Jumlah kendaraan yang diproduksi di pabrik-pabrik lokal turun 35,8 persen menjadi 206.064 unit pada bulan lalu.
Sementara itu, jumlah mobil yang terjual di negara itu, termasuk kendaraan buatan lokal dan kendaraan impor, mencapai 109.920 unit pada Agustus, turun 20,8 persen dari tahun sebelumnya. []