Internasional
Beranda / Internasional / Elon Musk Sebut Pemerintah AS Berada di Balik Pembatasan Kecepatan Drone Ukraina

Elon Musk Sebut Pemerintah AS Berada di Balik Pembatasan Kecepatan Drone Ukraina

Info Massa – Elon Musk mengindikasikan bahwa Pemerintah Serikat (AS) mungkin berada di balik kebijakan pembatasan kecepatan koneksi internet pada jaringan Starlink yang berdampak pada operasional dronemiliter Ukraina.

Layanan Starlink milik SpaceX selama ini menjadi infrastruktur vital bagi militer Ukraina untuk mengarahkan drone ke sasaran militer Rusia sekaligus menjaga ruang udara mereka. Namun, pembatasan kecepatan hingga 100 mil/jam (160 km/jam) yang diberlakukan secara mendadak pada Selasa malam lalu menyebabkan senjata yang melaju di atas kecepatan tersebut kehilangan koneksi internet.

Menanggapi keluhan dari pejabat Ukraina serta permintaan Presiden Volodymyr Zelensky agar konektivitas dipulihkan, Elon Musk memberikan penjelasan melalui platform media sosial X. Musk menegaskan perbedaan antara layanan Starlink untuk sipil dan jaringan Starshield yang dirancang khusus untuk militer.

Musk menjelaskan bahwa sistem Starshield dimiliki dan dikendalikan sepenuhnya oleh Pemerintah AS.

“Setiap pembatasan kecepatan atau penggunaan ditentukan oleh militer AS dan pada akhirnya oleh Presiden AS,” tulis Musk.

APBD DKI 2027 Melonjak, Moment Wujudkan Jakarta Kota Bisnis Global

Ia juga menambahkan bahwa layanan Starlink pada dasarnya ditujukan untuk kegiatan sipil atau defensif. Menurutnya, penggunaan Starlink secara langsung untuk aksi militer ofensif dinilai tidak tepat bagi sebuah perusahaan komersial.

Eks Menteri Pertahanan Ukraina, Mykhailo Fedorov, menyampaikan bahwa konektivitas sempat dipulihkan secara parsial pada Rabu malam. Ia menegaskan bahwa penghapusan batasan kecepatan pada sistem Starshield sangat krusial bagi pertahanan Ukraina.

Penasihat Presiden Zelensky, Serhiy Beskrestnov, menyoroti bahwa pembatasan yang terjadi secara mendadak ini diyakini bukan sekadar masalah teknis semata, melainkan berkaitan dengan dinamika politik yang tengah berlangsung antara Kyiv dan Washington.

Gangguan jaringan ini terjadi bersamaan dengan gelombang serangan udara besar-besaran dari Rusia yang menyasar berbagai wilayah di Ukraina, termasuk fasilitas komunikasi dan energi. Di kawasan Dnipropetrovsk, serangan Rusia dilaporkan menewaskan dua orang, sementara lebih dari 600.000 warga di berbagai daerah terpaksa mengalami pemadaman listrik.

Hingga saat ini, pihak Pemerintah Serikat (AS) belum memberikan komentar resmi terkait pernyataan Elon Musk tersebut. []

Gelar Musrenbangdes, Pemdes Talagasari Susun RKPDes Berbasis Aspirasi Warga

× Advertisement
× Advertisement