Internasional
Beranda / Internasional / AS Bantah Bantu Bolsonaro Kabur dari Brasil usai Kalah Pemilu

AS Bantah Bantu Bolsonaro Kabur dari Brasil usai Kalah Pemilu

Secretary of State Marco Rubio speaks during a news conference, Saturday, Oct. 31, 2026, in Atlanta. (AP Photo/Mike Stewart)

Info Massa – Pemerintah Amerika Serikat membantah tuduhan bahwa pihaknya membantu mantan calon presiden Brasil, Flavio Bolsonaro, melarikan diri ke AS setelah kekalahannya dalam pemilu baru-baru ini.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyatakan bahwa AS tidak memfasilitasi pelarian Flavio Bolsonaro,yang saat ini sedang menghadapi berbagai penyelidikan hukum di negara asalnya.

“Kami tidak memfasilitasi apa pun,” ujar Rubio kepada wartawan di Atlanta, Georgia. “Kami mendapat kabar bahwa dia telah tiba di Amerika Serikat. Dia sebelumnya memang sudah memegang visa, dan Presiden mengambil keputusan untuk mengizinkannya masuk ke negara ini.”

Rubio menegaskan bahwa pemerintah AS tidak “terlibatkan secara langsung dalam setiap langkah perpindahan yang dilakukan” oleh politisi asal Brasil tersebut.

Flavio Bolsonaro tiba di Miami, Florida, setelah Departemen Luar Negeri AS mengizinkan ia dan keluarganya masuk menggunakan visa AS pascakekalahannya dari Presiden Luiz Inacio Lula da Silva.

Veda Ega Pratama Sabet Podium Kedua Moto3 Malaysia

Di Brasil, Bolsonaro tengah berada di bawah penyelidikan atas dugaan korupsi, pencucian uang, serta penggelapan pajak. Sebelum meninggalkan negaranya, pihak kepolisian Brasil sebenarnya telah memerintahkan Bolsonaro untuk menyerahkan paspornya karena dinilai memiliki risiko tinggi untuk melarikan diri (flight risk).

Menurut laporan media, Bolsonaro keluar dari Brasil menuju AS melalui rute Argentina dan Ekuador.Beberapa laporan media AS sempat menyebutkan bahwa perjalanan tersebut sebagian diatur dengan bantuan pejabat Gedung Putih, Jason Miller. Namun, hal ini dibantah oleh pihak Menlu AS.

Laporan dari kantor berita Reuters menyebutkan bahwa Bolsonaro diizinkan masuk ke AS menggunakan status humanitarian parole (izin tinggal atas alasan kemanusiaan), yang umumnya berlaku hingga satu tahun.

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump menyatakan simpati kepada Bolsonaro dan mengizinkannya untuk tinggal di AS selama yang ia inginkan.

“Saya pikir dia diperlakukan dengan sangat buruk, sangat buruk. Jadi dia bisa tinggal di sini selama yang dia mau,” kata Trump kepada wartawan di kediaman pribadinya di Florida.

Pemdes Kadu dan Summarecon Tangerang Bergerak Hadapi Musim Penghujan

Sejak tiba di AS, Bolsonaro menolak untuk mengakui kekalahannya dalam pemilu Brasil dan menuduh adanya kecurangan tanpa memberikan bukti. Ia juga mengklaim dirinya sebagai “pemimpin” sah Brasil dan mengaku meninggalkan negaranya karena menjadi korban persekusi politik.

Pernyataan Trump dan penampungan Bolsonaro di AS diprediksi dapat merenggangkan hubungan diplomatik antara dua negara demokrasi terbesar di Belahan Bumi Barat tersebut. []

× Advertisement
× Advertisement