Info Massa – Ekspor Brasil ke Amerika Serikat berada di bawah tekanan berat setelah Washington memberlakukan gelombang tarif impor baru secara berturut-turut. Menanggapi situasi yang mengancam komoditas kuncinya tersebut, Pemerintah Brasil memilih menempuh jalur diplomasi dengan membentuk kelompok kerja khusus bersama AS.
Langkah darurat ini disepakati dalam pertemuan sengit di sela-sela Pertemuan Menteri Perdagangan G20 di Milwaukee, AS. Pertemuan tersebut menghadirkan Menteri Luar Negeri Brasil Mauro Vieira, Menteri Pembangunan, Perindustrian, Perdagangan, dan Jasa Brasil Marcio Elias Rosa, serta Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer.
Sektor ekspor Brasil sebelumnya terpukul keras oleh dua kebijakan tarif sepihak AS dalam kurun waktu kurang dari dua minggu. Pada 15 Juli, AS mengenakan tarif Pasal 301 (Section 301) sebesar 25 persen. Tak berhenti di situ, pada 23 Juli AS kembali menambah beban dengan tarif tambahan sebesar 12,5 persen pada sejumlah produk Brasil.
Para menteri Brasil menegaskan tidak akan tinggal diam. Meskipun mengedepankan dialog, Brasil berkomitmen penuh untuk membentengi kepentingan nasionalnya dari dampak tarif belasan hingga puluhan persen tersebut.
“Kami mencari solusi melalui dialog dan perundingan, sembari tetap melindungi kepentingan Brasil dan memperluas peluang bagi dunia usaha kedua negara,” tegas perwakilan kementerian.
Sebagai tindak lanjut, Washington dijadwalkan bakal menyerahkan proposal resmi dalam beberapa pekan ke depan untuk memetakan ruang lingkup negosiasi, termasuk pembahasan pembongkaran hambatan tarif dan non-tarif yang saat ini mencekik produk-produk ekspor asal Brasil. []