Gawat ! Warga Kuansing Divaksin Paksa, Reaksinya Menakutkan

Daerah

Teluk Kuantan – Salah Seorang warga di Kabupaten Kuantan Singingi atau Kuansing mengalami kejang-kejang usai menerima vaksinasi. Dugaannya, korban tersebut dipaksa mengikuti suntik vaksin oleh oknum Kepolisian Sektor (Polsek) Basrah dan Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) meski dirinya mengatakan mempunyai komorbid.

Menurut keterangan yang digali infomassa dari keluarga korban, Jeka, awalnya si korban menjadi salah satu orang dari sekian banyak yang diberhentikan oleh petugas Kepolisian dan UPTD karena sedang menggelar program vaksinasi di jalan raya.

Jeka menuturkan, korban melintas di jalan tersebut dari arah loge ltd menuju ke inuman. Saat sampai di jembatan perbatasan pangean dan Kuantan hilir, korban langsung diberhentikan oleh polisi dan diminta mengikuti vaksinasi.

“Korban menyebutkan tidak bisa divaksin dikarenakan asma, nanti terjadi apa-apa ke saya. Pihak yang memberhentikan tetap memvaksin. Tidak lama setelah vaksin, pas jalan pulang, pingsan dan kejang,” kata Jeka dalam keterangannya.

Baca Juga: Kecamatan LTD Kuansing Layani Vaksinasi Door To Door

Sementara Kapolsek Kuantan Hilir, AKBP Asril, saat dikonfirmasi mengatakan bahwa pihaknya meminta agar sejumlah pihak melakukan konfirmasi kepada bagian kesehatan.

“Silakan konfirmasi sama kepala UPTD ya, karena kita tau untuk permasalahan suntikan vaksin itu yang melakukan orang kesehatan,” Ucap Asril melalui WhatShapp, Minggu 06 Februari 2022.

Kejadian mengejutkan itu viral di media sosial (Medsos) dalam bentuk video berdurasi 41 detik. Di mana tontonan itu sangat membuat kesal pihak keluarga korban yang baru saja tertimpa musibah.

“Polisi tentara mana dia yang memaksa rakyat itu. Ini akibat vaksin, gini kejadiannya, puskesmas Basrah,” Ucap pihak keluarga dengan nada kesal.

Video viral itu otomatis juga menarik perhatian miring para netizen. Berbagai macam kritikan pun muncul beriringan.

“Kalau sudah begini siapa yang akan tanggung jawab?” Tanya Netizen.

Sampai berita ini terbit, redaksi infomassa masih terus melakukan penelusuran kepada pihak UPTD. Namun sayangnya hingga kini belum mendapat respons.

Editor: Mauladi Fachrian

Tinggalkan Balasan