Info Massa – Pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2026 yang mempertemukan sang juara bertahan Argentina dengan tim kejutan Mesir di Atlanta Stadium langsung menyajikan drama tingkat tinggi sejak peluit pertama dibunyikan. Di luar dugaan banyak pihak, Mesir berhasil memimpin 1-0 atas tim Tango di paruh babak pertama.
Sejak awal laga, Argentina mencoba mengambil inisiatif serangan dengan mendominasi penguasaan bola. Namun, taktik disiplin low block yang diterapkan oleh pelatih Mesir, Hossam Hassan, terbukti sangat solid dan menyulitkan lini depan Argentina yang dimotori oleh Lionel Messi dan Julián Álvarez.
Petaka bagi Argentina datang pada menit ke-14. Berawal dari skema serangan balik cepat yang dimotori oleh Mohamed Salah di sisi sayap, Mesir berhasil mendapatkan momentum. Bola liar di dalam kotak penalti Argentina berhasil dimanfaatkan dengan sempurna oleh bek Mesir, Yasser Ibrahim, melalui sundulan terarah yang gagal dihalau oleh Emiliano Martínez. Skor berubah 1-0 untuk keunggulan Mesir.
Tersengat oleh gol cepat tersebut, Argentina langsung meningkatkan intensitas serangan. Peluang emas untuk menyamakan kedudukan akhirnya datang pada menit ke-20 setelah pemain bertahan Mesir melakukan pelanggaran di area terlarang, membuat wasit menunjuk titik putih untuk keuntungan Argentina.
Lionel Messi maju sebagai eksekutor. Di tengah ekspektasi besar para pendukung Albiceleste, mega bintang tersebut melepaskan tembakan ke arah sudut gawang. Namun, kiper Mesir Mostafa Shobeir tampil luar biasa dengan membaca arah bola secara tepat dan sukses menepis tendangan penalti sang kapten. Kegagalan ini membuat papan skor tidak berubah dan memukul mental bertanding pasukan Lionel Scaloni secara instan.
Di sisa waktu babak pertama, Argentina mengurung total pertahanan Mesir. Berbagai upaya dari Rodrigo De Paul dan Alexis Mac Allister sempat membahayakan gawang Mesir, termasuk satu momen peninjauan VAR pada menit ke-31 yang sempat menegangkan atmosfer stadion. Namun, disiplinnya barisan belakang Mesir dan performa gemilang Shobeir di bawah mistar gawang memastikan keunggulan 1-0 Mesir bertahan hingga turun minum.
Argentina harus memutar otak di babak kedua jika tidak ingin pulang lebih awal dari kompetisi ini, sementara Mesir hanya berjarak 45 menit lagi dari sejarah besar.