Info Massa – Nama besar Nike sebagai kingmaker di industri pakaian olahraga global mulai meredup di pasar terbesarnya, China. Merek yang dahulu menjadi simbol status sosial dan tren di kalangan anak muda Tiongkok ini kini harus berhadapan dengan kenyataan pahit: bisnis mereka menyusut hingga 30% sejak 2021, hingga menyentuh level pendapatan tahunan terendah dalam delapan tahun terakhir pada Mei 2026.
Padahal, secara keseluruhan pasar pakaian olahraga di China sedang berada dalam fase pertumbuhan pesat. Lantas, mengapa raksasa asal AS ini justru tertatih-tatih mengejar konsumen muda?
Pudarnya dominasi Nike di mata generasi Z dan milenial China tidak terjadi dalam semalam. Ada pergeseran fundamental yang memicu fenomena ini.
Pertama, generasi muda China saat ini memiliki rasa kebanggaan nasional yang jauh lebih tinggi dibanding pendahulunya. Tren China Chic mendorong mereka untuk lebih percaya diri mengonsumsi produk nasional yang memadukan budaya lokal dengan estetika modern.
Kedua, merek-merek domestik seperti Anta dan Li-Ning berhasil memanfaatkan momentum Guochao. Mereka menawarkan desain kompetitif, kualitas tinggi, dan harga yang lebih relevan dengan gaya hidup anak muda lokal.
Ketiga, rantai pasok dan distribusi Nike yang kompleks dinilai kurang lincah merespons perubahan tren gaya hidup anak muda Tiongkok yang bergerak sangat cepat.
Sadar bahwa mereka kehilangan pijakan di pasar krusial, Nike merombak strategi demi merangkul kembali generasi muda China. Langkah yang diambil meliputi pemgembangan koleksi yang secara khusus dirancang sesuai dengan selera, postur, dan tren budaya anak muda lokal.
Kemudian mengubah pendekatan kampanye iklan agar lebih menyentuh sentimen budaya dan nilai-nilai yang dianut konsumen muda Tiongkok.
Lalu memangkas rantai distribusi yang rumit agar pasokan produk dapat merespons tren pasar secara lebih cepat dan adaptif.
Raksasa sportswear ini optimistis bahwa pembenahan strategi ini akan mengembalikan alur pertumbuhan bisnis mereka di China. Meski demikian, Nike belum memberikan kepastian tenggat waktu kapan pemulihan performa ini akan benar-benar terwujud. Satu hal yang pasti: menaklukkan hati generasi muda di Tiongkok tak lagi secukupnya mengandalkan nama besar logo swoosh. []