Advertisement
Daerah
Beranda / Daerah / JAKER Kudus Dorong Sastra Jadi Media Rekam Sejarah Generasi Z

JAKER Kudus Dorong Sastra Jadi Media Rekam Sejarah Generasi Z

Info Massa – Di tengah gempuran konten digital yang serba instan, sastra dinilai masih menjadi instrumen paling ampuh untuk merekam jejak peradaban dan membentuk karakter bangsa. Pesan kuat inilah yang mengemuka dalam talkshow sastra bertajuk “Sastra Untuk Negeri” yang digelar oleh Jaringan Kebudayaan Rakyat (JAKER) Kabupaten Kudus, Sabtu (25/4/2026).

Bertempat di Sidji Coffee, Getas Pejaten, acara yang memperingati Bulan Puisi 2026 ini berhasil mempertemukan berbagai elemen, mulai dari tokoh pemerintah, akademisi, hingga aktivis mahasiswa dan pelajar dari berbagai sekolah di Kudus.

Penulis novel Menghadang Kubilai Khan, AJ. Susmana, yang hadir sebagai narasumber menegaskan bahwa karya sastra memiliki kedalaman yang tidak dimiliki media lain. Menurutnya, sastra adalah saksi bisu sebuah zaman.

“Sastra bukan sekadar cerita atau hiburan pengisi waktu luang. Ia adalah jejak pemikiran dan refleksi zaman yang bisa menjadi pelajaran berharga bagi generasi berikutnya,” tegas AJ. Susmana di hadapan peserta.

Senada dengan hal tersebut, Wahyu Kristanto dari Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X, menyoroti peran sastra sebagai benteng identitas lokal. Di tengah arus modernisasi, sastra menjadi jembatan yang menghubungkan nilai-nilai masa lalu dengan realitas masa kini.

Dugaan Penipuan Umrah Lebak, 200 Korban Rugi Ratusan Juta, KUMALA Desak Polisi Tangkap Pelaku

Suasana khidmat berubah menjadi penuh decak kagum saat para pemenang Lomba Baca Puisi tingkat SD naik ke panggung. Penampilan emosional dari para juara membuktikan bahwa kecintaan pada sastra bisa dipupuk sejak dini:

  • Juara 1: Azzahra Asyila R.W (SD 1 Barongan)
  • Juara 2: Sely Aflaha (SD N Peganjaran)
  • Juara 3: Gendhing Khahiyang L (SD Masehi Kudus)

Penampilan mereka mendapatkan standing applause dari para undangan. Panitia berharap, pengenalan puisi sejak dini mampu membuat pelajar berani mengekspresikan realitas di sekitar mereka melalui karya kreatif.

Pegiat teater Kudus, Asa Jatmiko, menambahkan perspektif menarik mengenai kolaborasi seni. Ia menilai sastra akan jauh lebih “hidup” dan mudah dipahami masyarakat luas jika dikolaborasikan dengan seni pertunjukan seperti teater.

Adrian, Ketua Panitia dari JAKER Kudus, menjelaskan bahwa tujuan utama acara ini adalah membuka ruang dialog yang inklusif bagi generasi muda Kudus.

“Kami ingin para pelajar tidak hanya berhenti sebagai penikmat atau pembaca saja. Harapannya, mereka mampu menciptakan karya sastra sendiri yang relevan dengan kehidupan mereka hari ini,” ujarnya.

Menanti Keberanian Rudy Susmanto Bongkar ‘Dinasti Kecil’ di RSUD Kabupaten Leuwiliang Bogor

Diskusi yang dipandu oleh Iman Khanafi ini berlangsung interaktif hingga akhir acara. Melalui momentum Bulan Puisi ini, JAKER Kudus berkomitmen untuk terus menghidupkan ekosistem kreatif di Kota Kretek agar literasi dan kebudayaan tetap memiliki tempat di hati masyarakat. []

× Advertisement
× Advertisement