Info Massa — Ketegasan politik luar negeri bebas-aktif Indonesia kembali ditunjukkan di jalur pelayaran internasional. Usai menuntaskan latihan tempur bersama Angkatan Laut Rusia di Vladivostok, KRI I Gusti Ngurah Rai-332 meluncur ke perairan timur Taiwan untuk menggelar Passing Exercise (Passex) bersama kapal perang Angkatan Laut China, Honghe.
Latihan bersama di pertengahan Agustus ini mencakup navigasi, komunikasi, hingga pengisian perbekalan di laut (underway replenishment). Posisi perairan timur Taiwan yang menghadap Samudra Pasifik dan Laut Filipina menjadi jalur strategis kepulangan armada Indonesia menuju Tanah Air.
Kepala Dinas Penerangan TNI AL, Laksamana Pertama TNI Tunggul, menegaskan bahwa manuver ini bukan sekadar transit biasa, melainkan implementasi langsung diplomasi maritim dan naval brotherhood yang menjadi tradisi angkatan laut dunia.
“Passing Exercise merupakan goodwill engagement yang umum dilakukan kapal perang. Indonesia berpeluang membangun kerja sama menguntungkan dengan negara mana pun, sejalan dengan prinsip bebas-aktif,” ujar Tunggul di Jakarta.
Melalui rute pelayaran ini, TNI AL membuktikan posisinya yang fleksibel dan independen di tengah dinamika geopolitik kawasan.
Dengan menjalin latihan beruntun bersama dua kekuatan besar dunia—Rusia dan China—dalam satu misi pelayaran, Indonesia mempertegas perannya sebagai penjaga perdamaian yang merangkul semua pihak tanpa berpihak pada blok mana pun. []