Info Massa – Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk memperkuat kerja sama ekonomi dan investasi dengan China melalui pemanfaatan prinsip sentralitas ASEAN. Langkah ini dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas serta mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan yang inklusif dan berkelanjutan.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Djamari Chaniago menyatakan bahwa Indonesia terus mendorong terbentuknya arsitektur kawasan yang ramah terhadap peluang bisnis, investasi, dan integrasi pasar.
“Indonesia akan terus memperkuat Sentralitas ASEAN dan mendorong arsitektur kawasan yang terbuka, inklusif, transparan, dan berorientasi pada kerja sama,” kata Menko Djamari dalam sambutannya pada perayaan Hari Nasional ke-77 China di Jakarta, Selasa malam.
Dalam lanskap perekonomian global yang penuh ketidakpastian, sinergi antara ekonomi terbesar di Asia Tenggara dan kekuatan ekonomi terbesar kedua di dunia ini dipandang strategis untuk menjaga rantai pasok (supply chain) serta keamanan investasi regional.
“Dalam konteks tersebut, Indonesia berharap bahwa kemitraan dengan China dapat terus memberikan kontribusi positif bagi terciptanya kawasan yang damai, stabil, inklusif, dan sejahtera,” lanjutnya.
Menko Djamari juga menekankan pentingnya transparansi dan komunikasi intensif sebagai fondasi dasar iklim investasi yang sehat. Menurutnya, kepastian hukum dan keterbukaan menjadi pendorong utama arus modal asing masuk ke sektor-sektor produktif di tanah air.
“Kepercayaan antara Indonesia dan China dibangun melalui konsistensi, transparansi, komunikasi, dan kerja sama nyata,” ucapnya.
Ke depan, kedua negara berkomitmen untuk memperluas ruang kerja sama ekonomi, mulai dari infrastruktur, transformasi digital, hingga hilirisasi industri dan energi hijau. Sinergi ini diharapkan dapat membuka lebih banyak lapangan kerja dan menaikkan skala pertumbuhan ekonomi nasional.
“Kami juga siap memajukan Kemitraan Strategis Komprehensif China-Indonesia ke taraf yang lebih tinggi lagi serta bekerja sama mewujudkan komunitas China-Indonesia dengan masa depan bersama,” kata dia. []