Daerah
Beranda / Daerah / Keracunan Massal MBG di Sidoarjo Ungkap Bobroknya SPPG

Keracunan Massal MBG di Sidoarjo Ungkap Bobroknya SPPG

Info Massa – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menelan korban dan menyingkap bobroknya pengawasan di lapangan. Sebanyak 566 santri Pondok Pesantren (Ponpes) Manba’ul Hikam, Sidoarjo, Jawa Timur, menjadi korban dugaan keracunan makanan massal sejak Selasa (1/9). Hingga Rabu, puluhan santri dilaporkan masih harus menjalani perawatan intensif.

Bupati Sidoarjo, Subandi, mengonfirmasi bahwa puluhan santri masih tertahan di ruang perawatan sejumlah rumah sakit milik pemerintah dan swasta di wilayah Sidoarjo.

“Tersisa 88 orang yang masih dirawat di sejumlah rumah sakit di Sidoarjo sejak Selasa (1/9). Jadi, total korban dari pihak ponpes sebanyak 566 santri, sedangkan sebanyak 478 santri sudah kembali ke rumah masing-masing,” ujar Subandi usai meninjau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kali Tengah, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, Rabu.

Insiden tragis ini membocorkan celah fatal dalam tata kelola dan verifikasi penyedia makanan program prioritas tersebut. Meski SPPG Kali Tengah yang melayani Ponpes Manba’ul Hikam diklaim telah berizin, inspeksi Pemkab Sidoarjo justru menemukan puluhan unit penyedia gizi lainnya beroperasi secara ilegal.

Dari total 170 SPPG yang beroperasi di Sidoarjo, Pemkab menemukan 31 SPPG ternyata belum mengantongi izin resmi. Praktik pembiaran operasional dapur tanpa izin ini mengancam keselamatan ribuan anak sekolah dan santri penerima manfaat.

Nawal Institute Resmi Diperkenalkan, Dorong Gerakan Bersama Merawat Sungai Cisadane

Dari total Korban 566 santri Ponpes Manba’ul Hikam, 88 santri masih dalam perawatan medis.

“Temuan ini sudah kami laporkan ke Badan Gizi Nasional (BGN) agar ditindaklanjuti, sehingga kejadian serupa tidak terulang,” tegas Subandi.

Atas kejadian tersebut, Badan Gizi Nasional (BGN) langsung mengambil tindakan tegas dengan membekukan (suspend) operasional SPPG Tanggulangin yang menjadi pemicu keracunan massal.

Wakil Koordinator BGN Regional Jawa Timur, Teguh Bayu Wibowo, menyatakan pihaknya telah berkoordinasi langsung dengan Kepala BGN untuk mengusut tuntas kasus yang mencoreng pelaksanaan program nasional ini. []

GCP Polisikan Budi Arie Dugaan Makar
× Advertisement
× Advertisement