Info Massa – Kopi terus mengukuhkan posisinya sebagai salah satu produk pertanian unggulan dari Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Potensi besar komoditas ini didorong oleh kondisi geografis dan topografi wilayah Magelang yang beragam, membentang dari dataran rendah hingga kawasan dataran tinggi.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Magelang, Puji Astuti, menyampaikan bahwa daerahnya berfokus mengembangkan dua varietas utama, yakni kopi arabika dan kopi robusta, yang pembagian wilayah tanamnya disesuaikan dengan ketinggian lahan.
“Kabupaten Magelang mempunyai jenis kopi arabika dan robusta, sesuai dengan topografi wilayah kita, mulai dari dataran rendah, menengah, sampai ketinggian,” ujar Puji di Magelang, Jumat.
Untuk varietas arabika, penanaman umumnya dilakukan pada wilayah dengan ketinggian minimal 800 meter di atas permukaan laut (mdpl), dengan kondisi tumbuh paling optimal pada ketinggian sekitar 1.000 mdpl.
Saat ini, luas lahan perkebunan kopi arabika di Kabupaten Magelang telah mencapai 1.075 hektare dengan rata-rata produktivitas sebesar 506,52 kilogram per hektare.
Berbeda dengan arabika, varietas robusta memiliki cakupan lahan dan jumlah produksi yang lebih mendominasi di Magelang. Luas lahan kopi robusta tercatat mencapai 2.300 hektare dengan produktivitas rata-rata sekitar 1.161 kilogram per hektare.
“Kalau kopi robusta kita lebih banyak luasannya, sekitar 2.300 hektare, dengan produktivitas juga lebih besar, yaitu sekitar 1.161 kilogram per hektare,” kata Puji.
Sebaran perkebunan robusta juga melingkupi wilayah yang sangat luas, mencakup 16 kecamatan di Kabupaten Magelang, antara lain Salaman, Borobudur, Srumbung, Dukun, Sawangan, Candimulyo, Tempuran, Kajoran, Kaliangkrik, Bandongan, Windusari, Secang, Tegalrejo, Pakis, Grabag, hingga Ngablak. []