Internasional
Beranda / Internasional / Lula da Silva Menang Keempat Kalinya Dalam Pemilu Brasil

Lula da Silva Menang Keempat Kalinya Dalam Pemilu Brasil

Info Massa – Politisi veteran berhaluan kiri, Luiz Inácio Lula da Silva, berhasil kembali terpilih sebagai Presiden Brasil setelah memenangkan pemilu putaran kedua yang berlangsung sengit melawan rival berhaluan kanan, Flávio Bolsonaro.

Kemenangan ini mencatatkan sejarah baru sebagai masa jabatan keempat bagi Lula. Ia sebelumnya telah menjabat dua periode pada 2003–2010, serta kembali memimpin Brasil pada Januari 2023. Masa jabatan terbarunya ini dijadwalkan akan dimulai secara resmi pada 5 Januari 2027.

Jalan menuju kemenangan Lula kali ini tidaklah mudah. Pada pemilu putaran pertama yang digelar 4 Oktober lalu, Flávio Bolsonaro sempat mengunggulinya. Banyak pihak tidak menduga Lula mampu membalikkan keadaan hanya dalam kurun waktu tiga minggu.

Melalui pergerakan aksi demonstrasi massa dan kampanye media sosial yang masif, mantan buruh pabrik logam tersebut berhasil bangkit dan meraih suara mayoritas pada pemungutan suara hari Minggu.

Kemenangan Lula juga mendobrak tren politik di Amerika Latin. Saat ini, sebagian besar negara besar di wilayah tersebut seperti Argentina, Chile, dan Colombia justru beralih ke kepemimpinan konservatif kanan setelah para pemilih memberikan sanksi politik kepada petahana.

Penyebab Kejatuhan Rezim Vučić di Serbia, Korupsi, Kelalaian, Populisme Dihancurkan Gerakan Mahasiswa

Meskipun menang, pria yang telah menjadi tokoh utama sayap kiri Brasil sejak 1989 ini harus bersiap menghadapi lanskap politik paling menantang sepanjang kariernya.

Di tingkat internasional, ia dihadapkan pada ketegangan geopolitik dengan Pemerintah Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump. Gedung Putih diketahui lebih memilih pemimpin konservatif untuk memimpin negara berpenduduk 213 juta jiwa tersebut guna membendung pengaruh Tiongkok di kawasan.

Sebagai negara yang kaya akan minyak dan pemilik cadangan mineral tanah jarang (rare earth minerals) terbesar kedua di dunia, Brasil menjadi satu-satunya negara besar di Amerika Selatan yang tidak dipimpin oleh rezim kanan.

Sebelumnya, Flávio Bolsonaro berjanji akan menyelaraskan kebijakan Brasil lebih dekat dengan Washington.Sebaliknya, Lula dengan tegas memperingatkan AS agar tidak mencampuri pemilu dan menegaskan bahwa Brasil “tidak akan pernah mau menjadi halaman belakang bagi siapa pun.”

Kemenangan Lula disambut lega oleh para aktivis lingkungan. Mereka sempat mengkhawatirkan kemenangan Bolsonaro akan memberi ruang lebih besar bagi sektor agribisnis dan pertambangan yang berpotensi memicu lonjakan deforestasi dan kebakaran hutan Amazon seperti yang pernah terjadi pada masa pemerintahan ayahnya, Jair Bolsonaro.

DPR Ajak Generasi Muda Berbuat Nyata Dalam Satu Abad Sumpah Pemuda

Kemenangan Lula tidak menutup fakta bahwa Brasil saat ini berada dalam kondisi terpolarisasi hebat. Lebih dari 48% pemilih memberikan suara mereka kepada Flávio Bolsonaro.

Tantangan terbesar Lula di dalam negeri adalah mengendalikan pemerintahan di tengah dominasi Kongres paling kanan dalam sejarah demokrasi Brasil. Partai Liberal (PL) yang mengusung Bolsonaro mencatatkan perolehan kursi terbesar dalam pemilu kali ini.

Menanggapi situasi ini, Lula berjanji akan menjembatani jurang pemisah politik di masyarakat dengan menerapkan “cara baru dalam memerintah”.

“Negara ini tidak akan pernah sama lagi. Saya akan tetap teguh dalam perjuangan menciptakan negara yang lebih adil, menciptakan peluang bagi semua orang, dan menghadirkan kebijakan yang berorientasi pada kebutuhan rakyat,” ujar Lula dalam siaran langsungnya jelang pemungutan suara.

Dengan Kongres yang didominasi pihak oposisi, perjuangan pemimpin veteran yang akan menginjak usia 85 tahun di akhir masa jabatannya ini diprediksi akan jauh lebih berat dibandingkan tiga periode pemerintahan yang telah ia lalui sebelumnya. []

Di Hut Madas Nusantara, Pramono Tegaskan Penataan Jakarta Berpihak pada Warga

× Advertisement
× Advertisement