Nasional
Beranda / Nasional / Digawangi 9 Inisiator, Gerakan Guru Bangsa Fokus Layani Pendidikan

Digawangi 9 Inisiator, Gerakan Guru Bangsa Fokus Layani Pendidikan

Info Massa — Sembilan inisiator yang tergabung dalam Tim Nawa Guru resmi meluncurkan gerakan sosial “Guru Bangsa” di Tjikini Lima, Cikini, Jakarta Pusat. Mengusung slogan “Setara untuk Indonesia”, gerakan ini hadir untuk menjawab tantangan dunia pendidikan, mulai dari pemerataan akses belajar, advokasi,kepedulian lingkungan, hingga pembentukan karakter anak bangsa.

Para inisiator menegaskan bahwa gerakan ini murni bergerak di bidang sosial dan pendidikan, serta tidak berafiliasi dengan partai, organisasi, atau kelompok politik mana pun.

“Gerakan Guru Bangsa ini bukan gerakan politik dan terbuka untuk bekerja sama dengan siapa saja yang peduli pada pendidikan Indonesia,” ujar para inisiator dalam acara peluncuran tersebut.

Gerakan ini diinisiasi oleh tiga aktivis, Nando, Gorbachev, dan Norman yang menaruh perhatian besar terhadap berbagai persoalan di akar rumput. Mulai dari keterbatasan akses pendidikan hingga isu kekerasan fisik, verbal, serta perundungan (bullying) yang masih menghantui peserta didik.

Melalui semangat pemerataan, gerakan ini ingin memastikan setiap anak di mana pun berada, termasuk di daerah-daerah terpencil, dapat belajar dan berkembang dalam lingkungan yang aman, inklusif, serta berakar pada nilai-nilai kebangsaan.

Momentum Sumpah Pemuda ke-98, FMN Soroti Mahalnya Pendidikan, Bencana Ekologis, dan Penyempitan Ruang Demokrasi

Untuk memperkuat fondasi gerakan, ketiganya kemudian menggandeng sejumlah figur dari berbagai latar belakang keahlian, yang kemudian membentuk Tim Sembilan (Nawa Guru). Mereka terdiri dari Joi Phiau (anggota DPRD DKI Jakarta), Susy Rizky (pegiat sosial), Yudi Saputra (organisatoris), Santo Feliks (pengacara), Siti Aisah (pakar hukum), dan Maria (pengamat pertahanan).

Sebagai bentuk komitmen nyata, para relawan Guru Bangsa telah bergerak di berbagai wilayah—termasuk Kalimantan Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DKI Jakarta, hingga Sumatera Utara—untuk menyalurkan ribuan buku dan perlengkapan sekolah.

“Kami masing-masing sudah bergerak dan akan terus bergerak di daerah untuk menyalurkan buku, buku gambar, krayon, dan alat tulis dari Guru Bangsa kepada anak-anak sekolah,” ungkap Nando.

Kegiatan pembagian buku gambar dan alat mewarnai ini mendapat sambutan hangat. Menurut Gorbachev,kegiatan kreatif semacam ini tidak hanya menarik minat anak-anak tetapi juga menjadi pilihan positif untuk mengalihkan perhatian serta mengurangi ketergantungan mereka pada gawai (gadget).

Senada dengan hal tersebut, Norman menambahkan bahwa kegiatan mewarnai dan menggambar turut melatih keterampilan motorik, konsentrasi, ketekunan, dan imajinasi anak. “Pendidikan juga perlu memberi ruang bagi anak untuk mengolah rasa, bukan hanya mengejar nilai akademik,” tegasnya.

Pemkot Tangerang Dorong Pemuda Berprestasi di Hari Sumpah Pemuda 2026 Lewat Muda-Mudi Fest

Sejak digulirkan, semangat kerelawanan Guru Bangsa telah menarik minat luas dari masyarakat. Susy Rizky mengungkapkan bahwa warga di berbagai daerah, seperti Bekasi hingga Papua, mulai menunjukkan antusiasme tinggi untuk bergabung dan membentuk jejaring relawan hingga tingkat kecamatan.

Tidak hanya berfokus pada pendidikan formal dan nonformal, ke depan Guru Bangsa juga berencana memperluas cakupan aksi sosial sesuai dengan keahlian para relawannya. Santo Feliks dan Siti Aisah menyampaikan rencana penyediaan bantuan hukum gratis bagi masyarakat yang membutuhkan pendampingan, sementara Maria menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai keberagaman yang merujuk pada pemikiran Ki Hadjar Dewantara.

Dengan semangat kolaborasi yang inklusif, Guru Bangsa berharap gerakan ini dapat terus merangkul lebih banyak pihak untuk bersama-sama mencerdaskan kehidupan bangsa dan melahirkan generasi emas yang siap menyongsong Indonesia Emas 2045. []

× Advertisement
× Advertisement