Info Massa — Sebuah pemandangan berbeda dalam penegakan peraturan daerah (Perda) tersaji di kawasan wisata Situ Bulakan, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang. Alih-alih diwarnai ketegangan, rencana penataan kawasan ikonik ini justru mengedepankan pendekatan dialogis dan kesadaran bersama.
Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang tengah bersiap mengembalikan fungsi fasilitas umum di kawasan Situ Bulakan yang selama ini terganggu oleh keberadaan lapak-lapak pedagang liar di bahu jalan. Menariknya, puluhan pedagang yang terdampak telah menyepakati untuk membongkar bangunan lapak mereka secara mandiri dalam beberapa hari ke depan.
Langkah kondusif ini tercapai setelah pihak Kecamatan Periuk memilih jalur penyerahan Surat Peringatan (SP) secara persuasif melalui metode sambang dari pintu ke pintu (door-to-door), ketimbang langsung melakukan tindakan represif.
Camat Periuk, Andhika Nugraha Krisyna Murti, menegaskan bahwa Pemkot Tangerang berkomitmen penuh untuk menjaga kenyamanan publik sekaligus memastikan proses penataan ini berjalan sehumanis mungkin. Petugas Ketentraman dan Ketertiban (Trantib) yang diterjunkan mengutamakan dialog langsung untuk menyamakan persepsi dengan para pedagang.
Lapak-lapak yang berdiri di bahu jalan tersebut dinilai melanggar Perda Nomor 1 Tahun 2015 dan Nomor 8 Tahun 2005. Selain memicu keluhan warga karena mengganggu arus lalu lintas, keberadaannya juga mengurangi estetika Situ Bulakan sebagai destinasi wisata air.
“Kami kemarin sudah menyambangi satu per satu pedagang untuk menyosialisasikan sekaligus memberikan SP secara langsung. Kami menekankan agar para pedagang bisa membongkar bangunan lapak dagangnya secara mandiri serta sudah disepakati semuanya bahwa pembongkarannya akan mulai berjalan dalam beberapa hari mendatang,” ujar Andhika, Rabu (17/6/2026).
Penataan ini bukan sekadar urusan “bersih-bersih” jalanan, melainkan investasi jangka panjang untuk mendongkrak ekonomi lokal. Situ Bulakan memiliki potensi besar untuk menjadi magnet wisata unggulan yang mampu menarik pengunjung dari dalam dan luar Kota Tangerang.
Namun, potensi tersebut sulit berkembang maksimal jika infrastruktur pendukungnya, seperti akses jalan, tersendat oleh tata letak pedagang yang semrawut. Oleh karena itu, pascapenertiban nanti, keterlibatan aktif masyarakat dan para pelaku usaha sangat dibutuhkan untuk menjaga iklim wisata yang rapi dan tertib.
”Kami berharap setelah ditertibkan nanti ruas jalan di sana bisa dilalui masyarakat dengan aman, nyaman dan lancar, serta Situ Bulakan kembali ramai dikunjungi warga baik dari dalam maupun luar kota,” pungkas Andhika.
Melalui kompromi yang sehat antara ketegasan regulasi dan kelonggaran humanis ini, Situ Bulakan diharapkan segera bersolek menjadi kawasan wisata yang tidak hanya elok dipandang, tetapi juga aman dan nyaman bagi siapa saja yang berkunjung. []