Internasional
Beranda / Internasional / Meksiko-Brasil Koalisi di Tengah Tekanan AS ke Lula

Meksiko-Brasil Koalisi di Tengah Tekanan AS ke Lula

Info Massa — Dua kekuatan ekonomi terbesar di Amerika Latin, Meksiko dan Brasil, resmi memperkuat koalisi strategis mereka untuk memperdalam kerja sama di sektor perdagangan, energi, hingga urusan multilateral. Langkah ini diambil sebagai respons atas meningkatnya ketegangan geopolitik global serta tekanan ekonomi dari Amerika Serikat.

Kesepakatan tersebut dicapai dalam pertemuan Komisi Binational Meksiko-Brasil keenam di Brasilia pada Kamis (6/8/2026). Menteri Luar Negeri Meksiko Roberto Velasco bertemu dengan Menlu Brasil Mauro Vieira, diikuti pembicaraan tingkat tinggi bersama Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva.

Persatuan kedua negara ini menandai terbentuknya poros diplomasi baru yang kian solid di kawasan Latin, yang didasari oleh prinsip multilateralisme dan kemandirian ekonomi.

Koalisi ini mendorong kolaborasi langsung antara perusahaan minyak milik negara Meksiko, Pemex, dan raksasa energi Brasil, Petrobras. Kerjasama berfokus pada eksplorasi hidrokarbon serta pengembangan bahan bakar nabati (biofuel).

Kedua negara sepakat memperluas penetrasi pasar bilateral dan meningkatkan kolaborasi di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, serta inovasi strategis.

IPW Endus Dugaan Mafia Hukum Bareskrim Soal Nikel PT ARA

Mempertegas blok politik regional, kedua pemerintah mengonfirmasi dukungan penuh terhadap mantan Presiden Chile Michelle Bachelet untuk maju sebagai Sekretaris Jenderal PBB berikutnya.

Meksiko memanfaatkan koalisi ini untuk memperluas jangkauan diplomasinya tanpa mengganggu hubungan ekonomi dengan Amerika Serikat, sementara Brasil memperkuat posisinya di kawasan.

Penguatan koalisi regional ini berlangsung di tengah memanasnya hubungan Brasil dengan Washington. Ketegangan dipicu oleh kebijakan ekonomi era pemerintahan Donald Trump yang menaikkan tarif impor barang-barang Brasil hingga 25 persen musim panas ini—menyusul tarif 50 persen pada tahun sebelumnya.

Eskalasi hubungan diplomatik semakin meruncing setelah Brasil secara tegas menolak memberikan visa kepada dua utusan Departemen Luar Negeri AS. Pemerintah Brasil menuding kedua utusan tersebut berusaha mengintervensi dan merusak kepercayaan publik terhadap sistem pemilu domestik.

Melalui komunikasi intensif antara Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum dan Presiden Lula da Silva sejak Juni lalu, koalisi Meksiko-Brasil menegaskan kembali komitmen bersama terhadap hukum internasional dan prinsip non-intervensi. Langkah strategis kedua negara ini menjadi sinyal kuat bahwa Amerika Latin siap membangun benteng ekonomi dan politik yang lebih mandiri. []

Pemerintah Venezuela dan Oposisi Buka Babak Baru Rundingan Politik

× Advertisement
× Advertisement