Info Massa — Istana Kepresidenan Jakarta mendadak menjadi pusat perhatian pada Selasa (9/6) sore. Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah tokoh kunci ekonomi dan menteri strategis dalam sebuah rangkaian pertemuan yang memicu spekulasi terkait arah kebijakan ekonomi nasional ke depan.
Pantauan di lokasi menunjukkan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan tiba bersamaan dengan ekonom senior sekaligus mantan Menteri Keuangan, Chatib Basri, sekitar pukul 15.30 WIB. Kehadiran duet tokoh senior ekonomi ini tentu menarik perhatian, mengingat keduanya memiliki rekam jejak kuat dalam menstabilkan fiskal dan investasi negara.
Meski membenarkan kehadiran mereka untuk memenuhi panggilan langsung dari Presiden Prabowo, baik Luhut maupun Chatib Basri memilih untuk tidak banyak berkomentar mengenai detail agenda yang akan dibahas.
“Iya, memenuhi panggilan Presiden,” ujar Chatib singkat sebelum memasuki Kompleks Istana Kepresidenan.
Sikap irit bicara kedua tokoh ini justru memperkuat dugaan adanya isu strategis atau regulasi ekonomi baru yang sedang dimatangkan oleh pemerintah.
Pertemuan dengan Luhut dan Chatib Basri bukan satu-satunya agenda ekonomi Presiden hari ini. Di saat yang bersamaan, Presiden Prabowo juga menggelar rapat terbatas (ratas) dengan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait.
Kombinasi kehadiran para tokoh ini memunculkan spekulasi bahwa Istana sedang merumuskan stimulus baru, yang mengawinkan kebijakan ekonomi makro (melalui DEN dan Chatib Basri) dengan program taktis kesejahteraan masyarakat, seperti proyek perumahan rakyat yang menjadi fokus Maruarar.
Di luar urusan dapur ekonomi domestik, Selasa siang tadi Presiden Prabowo juga menuntaskan agenda diplomasi internasional yang padat. Presiden menerima surat kepercayaan dari sembilan duta besar (Dubes) negara sahabat di Istana Merdeka.
Agenda ini melanjutkan maraton birokrasi diplomasi dari hari Senin (8/6) kemarin, di mana Presiden telah menerima delapan Dubes negara sahabat, mulai dari Palestina, Filipina, Korea Selatan, hingga Ceko.
Dalam dua hari prosesi diplomatik tersebut, Presiden didampingi langsung oleh tiga Wakil Menteri Luar Negeri sekaligus—Muhammad Anis Matta, Arrmanatha Christiawan Nasir, dan Arif Havas Oegroseno—serta Mensesneg Prasetyo Hadi dan Seskab Teddy Indra Wijaya.
Padatnya jadwal Presiden dari urusan menerima perwakilan asing hingga mengumpulkan para pakar ekonomi domestik menunjukkan bahwa Kabinet Prabowo sedang tancap gas di berbagai lini strategis sekaligus. Belum ada pernyataan resmi dari juru bicara Istana terkait hasil konkret dari rangkaian pertemuan tertutup sore ini.