Nasional
Beranda / Nasional / DPR Dukung Impor 12 Jet M-346 Italia Untuk TNI

DPR Dukung Impor 12 Jet M-346 Italia Untuk TNI

Info Massa — Keputusan Kementerian Pertahanan (Kemhan) memboyong 12 unit jet latih tempur M-346 F Block 20 buatan Leonardo, pabrikan alutsista asal Italia, memicu sorotan publik. Di satu sisi, langkah ini diklaim sebagai pemenuhan kebutuhan operasional TNI AU. Namun di sisi lain, efektivitas komitmen transfer of technology (ToT) dan dampak jangka panjangnya terhadap industri pertahanan dalam negeri masih dipertanyakan.

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, menyatakan dukungannya terhadap pengadaan tersebut. Menurutnya, pembelian ini merupakan bagian dari modernisasi pertahanan bertahap guna menyiapkan penerbang TNI AU sebelum mengoperasikan jet tempur generasi lebih modern.

“Penguatan pertahanan tidak hanya dilakukan melalui penambahan alutsista, tetapi juga dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia yang akan mengoperasikannya,” ujar Dave di Jakarta, Jumat (24/7).

Namun, retorika “modernisasi” ini dinilai menyimpan catatan kritis. Pengadaan alutsista bernilai fantastis dari luar negeri kerap kali hanya menempatkan Indonesia sebagai pembeli pasif tanpa mendapatkan transfer teknologi yang signifikan.

Dave sendiri menekankan bahwa kerja sama dengan mitra luar negeri wajib memberi manfaat yang lebih luas.

Realisasi Rumah Subsidi Tembus 111 Ribu Unit

“Ke depan, pola kerja sama seperti itu harus membuka ruang bagi transfer teknologi, peningkatan kompetensi SDM, penguatan kemampuan pemeliharaan di dalam negeri, serta perluasan keterlibatan industri pertahanan nasional dalam rantai pasok global,” tegasnya.

Sebelumnya, Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, mengonfirmasi bahwa pembelian 12 unit jet tersebut ditujukan untuk mendukung pelatihan pilot TNI AU dan meningkatkan kesiapan operasional.

“Salah satu pertimbangannya adalah memenuhi kebutuhan pelatihan pilot TNI AU sekaligus mendukung kesiapan operasional. M-346 F Block 20 dipilih karena spesifikasi dan kemampuannya cocok dengan doktrin pertahanan udara yang dianut oleh TNI,” ujar Rico, Kamis (24/7). []

× Advertisement
× Advertisement