Info Massa – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berkolaborasi dengan PAM Jaya siap menggelar ajang lari masal bertajuk JEKATE RUN 2026 pada 13 Desember 2026 mendatang. Event olahraga ini menghadirkan dua kategori lomba, yakni 5 kilometer (5K) dan 10 kilometer (10K), yang dirancang untuk memperluas budaya berolahraga sekaligus menggerakkan roda perekonomian lokal.
Kepastian gelaran tersebut disampaikan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, dalam konferensi pers peluncuran JEKATE RUN 2026 di Halte Bendungan Hilir PAM Jaya, Jakarta Pusat, Minggu (8/11/2026).
Rute perlombaan dipusatkan di kawasan Jakarta Selatan dengan menonjolkan keindahan ikonik Flyover Antasari sebagai daya tarik utama jalur lari. Sementara itu, area Kantor Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan disiapkan sebagai race village atau pusat kegiatan para peserta.
Gubernur Pramono Anung menekankan bahwa ajang olahraga yang melibatkan publik secara masal merupakan langkah strategis membangun kesehatan fisik dan mental warga, sekaligus mempererat hubungan sosial.
“Saya meyakini, kalau masyarakatnya sehat dan bisa berolahraga dengan baik, berbagai kegiatan juga dapat tersemblik terselenggara dengan baik. Hal itu pasti menimbulkan rasa senang dan bahagia,” ujar Gubernur Pramono.
Ia menambahkan bahwa komitmen budaya hidup sehat ini sejalan dengan kebijakan Pemprov DKI dalam memperluas jangkauan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD) ke berbagai sudut kota. Selain jalur utama Sudirman–Thamrin dan Rasuna Said, kegiatan CFD mulai dihadirkan secara bertahap di tiga wilayah kota administrasi lainnya.
“Dengan demikian, masyarakat bisa bergerak, tidak malas bergerak, hidupnya makin sehat, dan makin penuh harapan. Yang tidak kalah penting, melalui Car Free Day, silaturahmi dapat terjalin di sepanjang jalan,” tambahnya.
Tidak sekadar ajang lari dan peningkatan kebugaran, JEKATE RUN 2026 juga didesain untuk memberi dampak ekonomi langsung bagi masyarakat bawah, khususnya para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Ekonomi pada tingkat bawah, UMKM-nya juga ikut bergerak. Selama diatur dengan rapi, mereka bisa menjalankan kegiatan ekonomi. Jadi, berbagai aspek masyarakat dapat terlibat di dalamnya,” tegas Pramono.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PAM Jaya, Arief Nasrudin, menjelaskan bahwa keikutsertaan PAM Jaya dalam JEKATE RUN 2026 merupakan wujud komitmen perusahaannya dalam mendukung gaya hidup sehat dan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Ajang ini juga dimanfaatkan sebagai media edukasi publik mengenai vitalnya layanan air bersih di Jakarta.
“Ini juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan kesehatan dan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), sekaligus kampanye agar masyarakat lebih mengenal PAM Jaya dan memahami pentingnya edukasi air bersih,” pungkas Arief. []