Pengamat Pendidikan Sebut Pelajar Kuansing Berpeluang Magang Ke Jepang

Daerah

Teluk Kuantan – Pengamat pendidikan Kuantan Singingi (Kuansing) Rizki Erlando mengatakan kesempatan pelajar Riau untuk magang ke Jepang terbuka lebar. Pasalnya, berkaca pada tahun 2021, dari kuota 150 yang diberikan, hanya ada 130 peserta saja yang mendaftarkan diri.

Dari kuota itu, Rizki Erlando menyebut bahwa Kuansing sangat berpotensi mempunyai perwakilan pemuda untuk mendapatkan pengalaman magang di Negeri Sakura itu.

“Pendaftaran secara gratis melalui dinas tenaga kerja dan tranmigrasi Riau, tahun lalu kuota 150 yang daftar 130 orang artinya masih banyak peluang ,bahkan 20 peluang gak diambil saya lihat peminat kuansing belum ada mengirim pemuda untuk magang kesana,” Ucap Erlando kepada infomassa, usai bertemu dengan Kepala Dinas Pendidikan Kuansing pada 18 Mei 2022.

Lebih lanjut Erlando menuturkan potensi lainnya seperti kebanyakan dari beberapa kabupaten di Riau memiliki kendala keahlian dalam bahasa Jepang. Di sisi lain, kata dia, pemuda Kuansing dari lulusan SMA/SMK banyak yang terampil di bidang otomotif, teknik, perhotelan atau pun jurusan umum lainnya.

“Kalo dilihat manfaatnya sangat besar peserta magang yang melalui kontrak 3 tahun tidak dibebani biaya pengurusan. Kalo sudah sampai di Jepang, peserta akan mengikuti progam dan belajar keahlian dari ahlinya di berbagai perusahan yang ada Jepang. Selain itu Negara Jepang bisa menggaji 10-20 juta perbulan,” Imbuh Erlando.

Erlnado menerangkan bahwa dirinya berkeyakinan terhadap perwakilan kuansing yang lulus setelahnya akam mendapat pengalaman yang terampil hingga kedisiplinan yang ketat.

Setelah pulang magang dan uang tabungan sudah banyak terkumpul, paling penting sertifikatnya sudah Internasional antar kementerian dua Negara yaitu jepang dan indonesia,” terang Erlando.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Kuansing, Masrul Hakim, menyebutkan bahwa pihaknya menyambut usulan dari Erlando. Ia mengklaim akan memenuhi kekurangan siswa/siswi dalam keterbatasan berbahasa Jepang.

“Baik kami sangat berharap guru-guru menyiapkan bahasa bagi murid-murid khususnya bahasa jepang meskipun di sini bahasa tersebut termasuk langka.

Editor: Mauladi Fachrian

Tinggalkan Balasan