JAKARTA – PT PLN (Persero) mencatatkan kerugian sebesar Rp3,88 triliun pada Semester I 2026, meskipun pendapatan perusahaan mengalami peningkatan. Kondisi tersebut memicu sorotan Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Darmadi Durianto, yang mendesak jajaran direksi PLN membuka rincian biaya dan mengevaluasi strategi efisiensi perusahaan.
Kerugian tersebut disebut dipengaruhi oleh lonjakan biaya bahan bakar hingga Rp23,37 triliun serta peningkatan beban kerugian selisih kurs dari Rp8,7 triliun menjadi Rp18,5 triliun.
Darmadi mempertanyakan kondisi keuangan perusahaan pelat merah tersebut, terutama ketika peningkatan pendapatan tidak berbanding lurus dengan kinerja laba perusahaan.
Menurutnya, publik dan DPR berhak memperoleh penjelasan yang transparan mengenai komponen biaya yang menekan kinerja keuangan PLN.
Sorotan tersebut sekaligus menjadi dorongan bagi manajemen untuk mengevaluasi pengelolaan biaya operasional, strategi pembangkitan, serta langkah mitigasi terhadap risiko keuangan yang dapat memengaruhi keberlanjutan usaha perusahaan.
Selain transparansi laporan keuangan, PLN juga didorong menyiapkan langkah konkret untuk mengamankan pasokan Liquefied Natural Gas (LNG) dalam menghadapi proyeksi kebutuhan energi pada 2027.
Strategi efisiensi operasional yang terukur dinilai penting agar perusahaan dapat menjaga stabilitas keuangan sekaligus mempertahankan keandalan pasokan listrik kepada masyarakat.
“Persoalan ini tidak cukup hanya dijelaskan melalui angka kerugian di atas kertas, tetapi harus disertai evaluasi menyeluruh dan strategi efisiensi yang terukur agar kondisi keuangan PLN dapat diperbaiki,” ungkap Darmadi Durianto, Selasa (27/10).
Di sisi lain, PLN juga menghadirkan Memperingati Hari Listrik Nasional (HLN) ke-81, PT PLN (Persero) menghadirkan promo “Energi Berdikari” berupa diskon 50% biaya tambah daya listrik melalui aplikasi PLN Mobile. Program ini merupakan bentuk apresiasi PLN kepada pelanggan sekaligus upaya memberikan kemudahan dalam memenuhi kebutuhan listrik masyarakat.
Namun, hingga berita ini diterbitkan, PT PLN (Persero) UP3 Cikokol belum memberikan keterangan terkait persoalan keuangan perusahaan tersebut.
Transparansi manajemen dan evaluasi menyeluruh menjadi hal yang penting untuk menjelaskan penyebab kerugian sekaligus memastikan strategi pemulihan keuangan PLN berjalan secara terukur dan akuntabel.[Koko Sujarwo]
Komentar