Internasional
Beranda / Internasional / RI Jadikan Amerika Mitra Kedaulatan Wilayah

RI Jadikan Amerika Mitra Kedaulatan Wilayah

Info Massa – Amerika Serikat (AS) menegaskan tak akan mendikte cara Indonesia menjaga wilayahnya. Washington memilih jalur diplomasi yang lebih realistis dengan menempatkan diri sebagai mitra penopang tanpa mengintervensi hak berdaulat Jakarta.

Pesan tegas tersebut disampaikan oleh Wakil Menteri Pertahanan AS, Elbridge A. Colby, dalam taklimat media daring yang dipantau dari Jakarta, Kamis.

Menurut Colby, kunci stabilitas dan pertumbuhan ekonomi di kawasan Pasifik bukanlah dominasi satu pihak, melainkan terwujudnya keseimbangan kekuatan (balance of power). Dalam konteks ini, kekuatan militer dan diplomasi aktif AS hadir untuk memperkuat—bukan melemahkan—kedaulatan negara-negara seperti Indonesia.

“Kami sangat menghormati hal tersebut dan ingin bekerja sama dengan negara-negara seperti Indonesia berdasarkan perspektif mereka sendiri mengenai cara menjaga kedaulatan mereka,” ujar Colby.

Berbeda dengan pendekatan normatif, Colby secara terbuka mengakui bahwa hubungan pertahanan di Asia Tenggara harus berlandaskan asas manfaat bersama. Pendekatan realistis ini tak hanya diterapkan pada Indonesia, tetapi juga pada negara-negara kawasan lain seperti Filipina, Thailand, Vietnam, Malaysia, hingga Singapura.

Pemprov DKI Kejar LRT Velodrome-Manggarai Rampung Akhir Agustus

AS meyakini bahwa kehadiran militernya yang aktif di kawasan justru menjadi jaminan agar tidak ada satu pun kekuatan dominan yang memaksakan kehendak.

“Kami mengharapkan berlanjutnya keseimbangan kekuatan yang damai, yang pada gilirannya akan mendorong pertumbuhan ekonomi lebih lanjut di seluruh kawasan ini,” tutur Colby.

Pernyataan Colby ini menyusul rangkaian lawatan intensifnya di Jakarta. Pada 11 Agustus, Colby telah bertemu dengan Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin, sebelum akhirnya diterima oleh Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Negara pada hari berikutnya.

Pertemuan tersebut mengonfirmasi komitmen kedua negara dalam mengeksekusi kerangka Major Defense Cooperation Partnership (MDCP) sebuah kesepakatan pertahanan strategis yang telah diresmikan sejak 13 April 2026 lalu.

Melalui MDCP, hubungan pertahanan Indonesia-AS diproyeksikan tidak lagi sebatas latihan bersama rutin, melainkan penguatan kapasitas pertahanan Indonesia yang selaras dengan prinsip bebas-aktif. []

Dugaan Penampungan Solar Bersubsidi di Permukiman Cirebon Dipertanyakan Warga

× Advertisement
× Advertisement