Soal Impor Baja, Adian Minta Tidak Sepihak

Nasional

Jakarta – Anggota DPR Komisi VII Adian Napitupulu menyarankan kementerian terkait permasalahan impor industri baja dapat diinvestigasi tidak hanya sepihak, tapi dari sisi regulator juga.

“Rapat ini tidak komplit, kalau rapat ini mau tertutup. Panggil pihak-pihak yang lain, misal Kemenkeu, kenapa banyak baja impor yang masuk? Apa yang didapat dari pajak impor, karena semua saling terkait, kita tidak bisa sepihak menyalahkan mereka yang jadi trader, regulator harus dikumpulkan,” ujar Adian.

Sementara itu Direktur Institut Kajian Energi, Akhmad Yuslizar, mengatakan pihaknya tegas menolak baja impor. Dirinya meminta agar Kementerian Perindustrian mampu mengendalikan baja impor yang masuk ke Indonesia.

“Baja KS pasti bisa bersaing, kalau ada pengendalian baja impor. Batasi, pastinya Kementerian Perindustrian punya pola untuk mengontrol itu,” ucapnya.

Di tempat terpisah, Komisaris Krakatau Sarana Infrastruktur, Roy Maningkas, menyesalkan statement pimpinan rapat Komis VII DPR Bambang Haryadi yang tidak tahu terkait capaian Krakatau Steel beberapa tahun belakangan ini. Dia lantas membeberkan capaian tersebut.

“Bambang Haryadi itu hanya tahu sedikit soal transformasi Krakatau Steel, apa perubahan dan pencapaian yang dicapai oleh manajemen Krakatau Steel 3 tahun belakangan, yang dari 8 tahunan rugi sekarang sudah 2 tahun terakhir profit,” kata Roy kepada wartawan, Senin.

Roy lantas juga mengkritik sebutan ‘maling teriak maling’ yang diungkap Bambang. Dia menilai sebutan tanpa bukti itu mencemarkan nama baik Krakatau Steel. “Pak Bambang salah sasaran,” tegasnya.

Editor: Simon Julius

Tinggalkan Balasan